Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Punya PAD Kuat, Gianyar Siap Hadapi Pemotongan Dana Transfer, Ini Penjelasan Bupati Mahayastra

Ida Bagus Indra Prasetia • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 03:12 WIB
SUDAH SIAP HADAPI PEMOTONGAN : Bupati Gianyar, I Made Mahayastra merasa aman ditopang PAD Gianyar hamper Rp 2 triliun. (foto:Kominfo Gianyar)
SUDAH SIAP HADAPI PEMOTONGAN : Bupati Gianyar, I Made Mahayastra merasa aman ditopang PAD Gianyar hamper Rp 2 triliun. (foto:Kominfo Gianyar)

 

GIANYAR, Radar Bali.id  – Kebijakan pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat ternyata tidak mampu menggoyahkan stabilitas anggaran dan agenda pembangunan di Kabupaten Gianyar.

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, memastikan daerahnya menjadi yang paling tangguh dalam menghadapi dinamika fiskal nasional berkat tingginya Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini disampaikan Mahayastra usai mengikuti sidang paripurna di Gedung DPRD Gianyar pada Kamis (9/10/2025). Ia mengakui pemangkasan dana transfer sebesar Rp185 miliar memang memberi pengaruh, namun besarnya PAD membuat dampak tersebut nyaris tidak terasa.

“Kalau pengaruh pasti ada, cuma kita lebih longgar dibandingkan daerah lain karena PAD kita sangat tinggi. Pemerintah pusat menilai PAD Gianyar sekarang mendekati Rp2 triliun,” ujar Mahayastra.

Gianyar Cepat Seimbang dan Jadi yang Pertama Serahkan APBD

Berkat pilar PAD yang kuat, Pemkab Gianyar mengklaim mampu dengan cepat menutupi defisit akibat pemotongan dana pusat. Mahayastra menyebutkan, dana yang harus ditutupi akibat pemangkasan transfer adalah sekitar Rp155 miliar, dan hal itu sudah berhasil diselesaikan.

“Karena itu, Gianyar menjadi daerah pertama di Bali yang berani menyerahkan rancangan APBD 2026 kepada DPRD. Artinya, APBD kita sudah balance (seimbang),” tegasnya.

Prioritas Pendidikan: Sekolah Inpres Hingga Anggaran 20 Persen

Meski terdapat penyesuaian skala prioritas, Mahayastra menegaskan program pembangunan mendasar di berbagai sektor tetap berjalan. Program yang menjadi fokus utama kini beralih ke sektor pendidikan.

Secara spesifik, Bupati menargetkan perbaikan seluruh ruang belajar (rombel) sekolah yang rusak akan dituntaskan dalam tiga tahun ke depan. Bahkan, perbaikan pada rombel yang rusak parah seperti atap bocor atau plafon jebol, diyakini akan rampung pada tahun 2026.

Menanggapi kondisi sejumlah sekolah lama yang dibangun pada masa program Instruksi Presiden (Inpres), Mahayastra menjelaskan bahwa fokus anggaran pemerintahannya sebelumnya ada pada sektor kesehatan.

“Kemarin kami fokus kesehatan, sekarang giliran pendidikan. Pendidikan juga penting, termasuk beasiswa. Alokasi anggaran pendidikan di Gianyar kini mencapai sekitar 20 persen dari total APBD, atau mendekati Rp900 miliar,” pungkasnya.

Dengan PAD yang mendekati Rp2 triliun, Gianyar optimistis dapat mempertahankan agenda pembangunan daerah tanpa mengorbankan program-program esensial, membuktikan kemandirian fiskal di tengah ketidakpastian transfer dari pemerintah pusat.[*]

Editor : Hari Puspita
#efisiensi #Dana Pusat #pendapatan daerah #pad gianyar #dana transfer