Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bendungan Peninggalan Belanda Jebol, Puluhan Hektare Sawah dan Kolam Lele di Gianyar Terancam Kering

Ida Bagus Indra Prasetia • Jumat, 6 Februari 2026 | 07:32 WIB
LANGSUNG GELAR GOTONG ROYONG: Tanggul bendungan yang jebol ditambal dengan bahan sederhana. (foto:Polres Gianyar)
LANGSUNG GELAR GOTONG ROYONG: Tanggul bendungan yang jebol ditambal dengan bahan sederhana. (foto:Polres Gianyar)

 

GIANYAR, RadarBali.id – Ancaman kekeringan menghantui para petani di Desa Lebih, Gianyar, setelah struktur Bendungan Sangsang jebol akibat debit air Sungai Pakerisan yang meningkat tajam.

Jebolnya bendungan yang diduga dibangun sejak era kolonial Belanda ini menyebabkan distribusi air ke lahan pertanian dan usaha budidaya ikan lele warga terhenti total.

Wakil Subak Sangsang, I Made Sedana Yoga, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tanaman padi yang baru berusia sepekan. "Kondisinya kritis. Bahkan, beberapa warga terpaksa memanen lele lebih awal agar tidak merugi total karena air tidak lagi mengalir ke kolam," ujarnya saat ditemui pada Kamis (5/2/2026).

Merespons kondisi darurat ini, TNI, Polri, dan warga setempat turun tangan melakukan gotong royong membuat bendungan darurat dari tumpukan karung pasir.

Kapolsek Gianyar, Kompol Made Adi Suryawan, menegaskan komitmennya untuk membantu penanganan sementara agar sektor pangan warga tidak lumpuh. Kini, warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan permanen mengingat bendungan ini merupakan urat nadi ekonomi Desa Lebih.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#bangunan peninggalan belanda #ancaman kekeringan #tanggul jebol #gianyar