GIANYAR, Radar Bali.id - Pemandangan berbeda terlihat di kawasan pariwisata internasional Jalan Raya Campuhan, Ubud. Belakangan ini, muncul fenomena bertebarannya spanduk berisi kritik tajam sekaligus dukungan terkait proyek pembangunan trotoar di kawasan tersebut.
Nah, menanggapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Gianyar memilih bersikap santai dan menilai aksi tersebut sebagai dinamika penyampaian aspirasi yang wajar.
Baca Juga: Bupati Adi Arnawa Rancang Penataan Besar Kawasan Kuta: Trotoar 4 Meter hingga Transportasi Listrik
Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra menyatakan, keberadaan spanduk-spanduk tersebut tidak perlu direspons secara reaktif atau berlebihan.
Ia menjelaskan, proyek jalur tersebut sebenarnya merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Bali, namun karena lokasinya berada di Ubud, Pemkab Gianyar memilih mengambil tindakan nyata demi kenyamanan masyarakat.
”Hal itu sebenarnya tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Itu kewenangan provinsi, tetapi kita ambil alih di daerah demi kepentingan masyarakat luas,” ujar Mahayastra saat menghadiri undangan upacara melaspas Bale Banjar Sindu, Desa Sayan, Kecamatan Ubud pada Minggu 31/5/2026.
Mahayastra mengajak masyarakat untuk melihat pembangunan Gianyar secara objektif dan menyeluruh, bukan hanya menyoroti satu sektor secara parsial. Ia mencontohkan, pusat Ubud kini sudah jauh lebih rapi, salah satunya berkat proyek penurunan kabel utilitas yang dulunya semrawut menggelantung di atas jalan, kini dipindahkan ke bawah tanah.
Tidak hanya sektor infrastruktur estetika kota, sektor pelayanan publik seperti kesehatan di Gianyar juga diklaimnya sangat unggul. ”Di sektor kesehatan misalnya, Gianyar tidak ada masalah karena kita sudah mandiri dengan program kesehatan gratis,” tegas politisi asal Payangan tersebut.
Kendati dihujani kritik lewat spanduk, Mahayastra mengaku tetap menyambut baik masukan dari masyarakat. ”Dengan adanya spanduk seperti itu jangan risau. Menjadi pemimpin memang harus siap diberi masukan, siap dikritik, dan siap dibully,” ucapnya sembari tersenyum.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Gianyar, Putu Yudanegara menegaskan, pihaknya sengaja tidak langsung memberangus spanduk-spanduk aspirasi tersebut.
”Fenomena ini sedikit berbeda karena ini murni aspirasi masyarakat. Kami memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan pendapat,” katanya. Kendati demikian, ke depan Satpol PP akan tetap memberikan edukasi mengenai regulasi tempat dan mekanisme penyampaian pendapat yang tepat agar estetika kawasan wisata tetap terjaga. [*]
Editor : Hari Puspita