Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Uniknya Jalan Hidup Didik Adiono:Dari Vokalis Band Metal Big Panzer Kini Vokalis DPRD Surabaya

Hari Puspita • Kamis, 18 Mei 2023 | 23:03 WIB
ROCKER JUGA MANUSIA : Didik Adiono yang dulunya vokalis Big Panzer kini Vokalis DPRD Surabaya. (umar wirahadi/jawapos)
ROCKER JUGA MANUSIA : Didik Adiono yang dulunya vokalis Big Panzer kini Vokalis DPRD Surabaya. (umar wirahadi/jawapos)
Bagi Tri Didik Adiono, menjadi rocker dan anggota dewan memiliki kesamaan. Keduanya adalah panggilan jiwa. Selain itu, vokalis band dan wakil rakyat sama-sama harus bersuara lantang.

UMAR WIRAHADI, Surabaya

SELAMAT malam Surabaya,’’ teriak sang vokalis menyapa penonton dengan suara menggelegar. Teriakannya seperti mengobati kerinduan para penggemar musik metal di metropolis. Tak lama, musik pun mengentak.

Lagu pertama yang dinyanyikan adalah Enter Sandman -nya band thrash metal, Metallica. Berikutnya, lagu dari band power, speed metal,  Helloween berjudul A Tale That Wasn’t Right juga sukses dibawakan secara apik.

Lagu lain yang membakar semangat penonton adalah Bursa Metal. Itu lagu hit rock tahun 1990-an yang dipopulerkan oleh band Big Panzer.

”Menyanyikan lagu-lagu itu di depan penggemar rasanya seperti muda kembali,” kata Tri Didik Adiono, sang vokalis sekaligus anggota DPRD Surabaya, Selasa (16/5/2023).

Menariknya, Didik ikut merintis lahirnya Big Panzer pada 1991. Hingga sekarang pria yang beken dengan sapaan Didik Beldex itu masih tercatat sebagai vokalis di band metal tersebut.

”Sampai sekarang Big Panzer masih ada,” tutur bapak satu anak itu.

Formasi personelnya juga masih terjaga utuh sampai sekarang dengan Didik Beldex sebagai vokalis. Selain dia, ada juga Yan Hai (drumer), John Paul Ivan (gitaris), Deni Ireng (keyboardist) dan Didit Saksana (basis). Ivan yang gitaris Boomerang lebih sering bersolo karier.

Didik Beldex bangga karena Big Panzer masih eksis sampai sekarang. Mereka pun kerap tampil di berbagai event.

”Sampai sekarang Big Panzer masih ada. Kalau tak ada kesibukan, pasti kumpul. Yang tidak bisa karena kesibukan biasanya diganti dengan teman yang lain,” tutur Didik Beldex.

Didik Beldex memang rocker tulen. Sejak 1985, dia sudah malang melintang sebagai vokalis band rock di Surabaya. Di antaranya, di Power Metal. Tidak lama, pada 1990 keluar dan bergabung dengan band Buldozer hingga berganti nama menjadi Big Panzer.

Seiring waktu, jiwa bermusik Didik pun tidak pernah luntur. Meski dia harus membagi waktunya. Maklum, sebagai wakil rakyat, waktu Didik banyak tersita untuk kegiatan kedewanan.

Didik sudah menjabat tiga periode sebagai anggota DPRD Kota Surabaya. Yaitu, sejak periode 2009–2014, berikutnya 2014–2019, serta 2019–2024. Pada Pileg 2024 dia juga memastikan akan maju kembali sebagai bacaleg DPRD Kota Surabaya melalui dapil 1.

Menurut dia, menjadi vokalis band dan anggota dewan punya kesamaan. Yaitu, sama-sama harus bersuara lantang. Vokalis band harus bersuara keras agar musiknya bisa dinikmati penonton. ”Di dewan, saya harus bersuara lantang untuk menyuarakan aspirasi rakyat,” terangnya, lalu tertawa.

Kiprah Didik sebagai anggota dewan tiga periode tak kalah mentereng dengan kariernya sebagai vokalis. Pada awal-awal masa jabatan 2009–2014, dia muncul sebagai pembela utama masyarakat yang rumahnya hendak digusur PT KAI. (JPG/jawapos.com/c6/aph) Editor : Hari Puspita
#Tri Didik Adiono #Big Panzer #DPRD Surabaya #heavy metal #thrash metal