Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sanggar Seni Tindak Alit Badung Memukau di Hari Terakhir PKB

Rosihan Anwar • Selasa, 18 Juli 2023 | 20:58 WIB
Kenang Maestro: Sanggar Seni Tindak Alit, Banjar Sengguan, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Duta Kabupaten Badung, tampil di hari terakhir Pesta Kesenian Bali (PKB) XLV
Kenang Maestro: Sanggar Seni Tindak Alit, Banjar Sengguan, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Duta Kabupaten Badung, tampil di hari terakhir Pesta Kesenian Bali (PKB) XLV

DENPASAR, radarbali.id- Sanggar Seni Tindak Alit, Banjar Sengguan, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Duta Kabupaten Badung, tampil pada hari terakhir Pesta Kesenian Bali (PKB) XLV, Minggu 16 Juli 2023.

Bertempat di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Center Bali, Sanggar Seni Tindak Alit tampil pada Rekasadana (Pergelaran) Pementasan Karya-karya Seniman Badung.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Sanggar Tindak Alit, I Putu Candra Pradita menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung yang memberikan kesempatan kepada sanggar untuk mengisi acara di PKB XLV.

Pihaknya berharap, melalui kegiatan ini, bisa bernostalgia kembali atau mem-flashback kembali karya-karya seniman Badung, sehingga bisa menginspirasi masyarakat saat ini.

Karya-karya seniman dahulu ungkapnya menjadi cikal bakal dari karya saat ini.

Pihak sanggar juga berterima kasih kepada para seniman pendukung yang tampil pada PKB XLV, baik dari pembina, penabuh dan penari.

"Kamu sangat  mengapresiasi, sangat luar biasa," ucapnya.

Pembina penampilan Gong Kebyar Tindak Alit, I Ketut Suartajaya menjelas garapan yang dipentaskan, terutama pada tabuh lelambatan, merupakan Karya dari almarhum I Wayan Sudi.

Ia mendedikasikan ketiga gurunya dalam sebuah karya tabuh pat lelambatan yang diberi judul Lokaria.

Ketiga gurunya yang dimaksud adalah Wayan Lotring, Nyoman Kaler, dan Gusti Putu Made Griya.

Makna dari Lokaria ini, loka berarti tempat, dan ria berarti bersukaria.

Tabuh ini diciptakan di Kuta sekitar tahun 1993 yang terinspirasi dari Keindahan Kuta sebagai objek wisata, yang diungkapkan dalam sebuah garapan tabuh lelambatan.

Menurut pembina lain, I Made Murna juga menyampaikan apresiasi kepada dinas Kebudayaan Badung.

Ia mengatakan, beberapa materi yang ditampilkan salah satunya ada tabuh kreasi. Konsep garapan diambil dari fenomena alam dari gunung yang di utara, dituangkan dalam bentuk tabuh kreasi. (han)

Editor : Rosihan Anwar
#Pesta Kesenian Bali 2023 #sanggar seni #kabupaten badung #seniman bali