Mesuryak Kembali semarak. Karena aktivitas perekonomian mulai normal kembali. Pariwisata perlahan semarak lagi dan pembatasan akibat Covid -19 sudah dicabut. Uang untuk dibagi pun bertambah lagi.
SPIRIT dari ritual ini adalah rasa syukur dan berbagi rezeki kepada sesama. Kepada orang-orang yang paling dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.
Krama Banjar Adat Bongan, Desa Bongan, Tabanan, setiap momen Hari Raya Kuningan rutin menggelar tradisi Mesuryak yang menjadi warisan leluhur mereka secara turun temurun tersebut dengan gembira, bersuka cita, penuh senyum dan tawa, dilestarikan.
Dari anak-anak hingga orang tua bersuka ria, riang gembira mengikuti tradisi Mesuryak yang dilaksanakan, Sabtu (12/8/2023).
Sebelum tradisi itu dilakukan, dari Krama Desa Adat Bongan mengawalinya dengan melaksanakan persembahyangan di Pura Dalem masing-masing. Termasuk pula melaksanakan persembahyangan di sanggah merajan (tempat ritual) masing-masing.
Usai persembahyangan barulah sekitar pukul 10.00 Wita pagi dari Krama Desa Adat Bongan di depan pintu masuk rumah mereka (kori) sejumlah banten sesajen upacara disiapkan untuk selanjutnya diupacarakan yang dipimpin langsung oleh pemangku desa setempat.
Setelah selesai upacara dilaksanakan barulah tradisi Mesuryak dilaksanakan. Uang kertas yang berada diantara sejumlah banten dilemparkan ke atas udara. Uang kertas dengan pecahan lima ribuan, sepuluh ribuan hingga lima puluh ribuan.
Dituturkan Kelian Adat Banjar Bongan Gede, Komang Suparman, tradisi Mesuryak tahun ini lebih meriah dari tahun sebelumnya. Ini karena semua warga krama Desa Adat Bongan mengikuti dengan lebih leluasa.
Apalagi sudah tidak ada batasan pasca Covid-19 dan roda ekonomi mulai berputar menuju normal kembali. Mereka lebih leluasa mengekspresikan perayaan lagi. Uang yang terkumpul untuk dibagi juga lebih banyak lagi daripada yang sebelumnya. [*]
Editor : Hari Puspita