Para pengajar Institut Seni Indonesia (ISI) membuat delapan film hasil penelitian dan penciptaan seni ( P2S) ditayangkan dalam kegiatan Diseminasi P2S bertempat di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Jumat (8/9/2023).
ACARA ini dihelat atas prakarsa Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Pengembangan Pendidikan (LP2MPP) ISI Denpasar mengangkat tema 'Sang Kawi-Wiku Metu Saking Bhuddihi Sang Kawiwara' (Lahir dari Batin Sang Raja Seniman).
Adapun kedelapan film yang ditampilkan berupa video pembelajaran, dokumenter hingga film animasi. Ketua Panitia Diseminasi Hasil Penelitian dan Penciptaan Seni (P2S) 2023 Prof. Dr. Ni Luh Sustiawati menyampaikan ini memberikan ruang dan kesempatan dosen-dosen ISI Denpasar untuk mengekspresikan ide-ide penelitian dan penciptaan seninya.
"Sebelum dilakukan diseminasi, karya-karya tersebut telah melalui sejumlah tahapan uji, mulai wawancara para ahli, publikasi di jurnal ilmiah, hingga beberapa ada yang telah didaftarkan hak ciptanya (HAKI)," ujar Prof. Sustiawati.
Delapan ketua peneliti ISI Denpasar yang memenangkan hibah penelitian tahun 2023 ini, yakni Prof. Ni Luh Sustiawati berjudul "Penciptaan Prototype Video Pembelajaran Mengaransemen Lagu Rakyat Bali dalam Bentuk Vokal Kelompok"; I Kadek Widnyana menyajikan karya Wayang Cinema "Kresna Sang Duta Perdamaian", Nyoman Lia Susanthi, dengan judul karya Film Musik Pengantar Roh Kawyagita Mandala Gong Luang".
Berikutnya ada karya Gede Basuyoga Prabhawita berjudul Undagi "Mahottama Biografi I Gusti Made Gede (1840-1843)"; I Gede Agus Indram Bayu A, dengan karya Animasi Cerita Edukasi Cupak Gerantang; Wahyu Indira, (Pratyupeksa); I Made Denny Chrisna menggarap karya "Padu Arep Metamorfosa Nada Rasa".
Ada lagi Agus Ngurah Arya P dengan karya Media Video Animasi, Buku Profil Seni Prasi dan Seni Kain Tenun Songket Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem.
Prof. Sustiawati menyampaikankarya-karya yang dipersembahkan para dosen peneliti ISI Denpasar diharapkan memberikan kebermanfaatan terutama pendidikan karakter bagi dunia pendidikan masyarakat dalam menghadapi kehidupan lahir dan batin.
"Manajemen seni itu ada penggalian, pelestarian, pengembangan, penyebarluasan, sehingga generasi penerus tidak jauh dari warisan nenek moyang kita," lanjutnya.
Ia berharap pengabdian para dosen tidak berhenti pada acara ini saja. Pihaknya berupaya menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Daerah di Bali agar apa yang dihasilkan dalam P2S kali ini bisa dimasukkan ke dalam kurikulum di sekolah.
Sementara itu Ketua LP2MPP ISI Denpasar I Wayan Suardana, MSn menyampaikan, diseminasi hasil penelitian dan penciptaan seni ini menjadi tanggung jawab peneliti agar dapat diketahui masyarakat dan disebarluaskan. Ia berharap diseminasi tidak hanya dilakukan pada tingkat lokal Bali, namun lebih luas secara nasional bahkan internasional.
"Ini adalah tanggung jawab apa yang telah dimenangkan dan dimunculkan ke masyarakat mudah-mudahan bisa diterima masyarakat dan bisa menyebar," sebutnya.
Ia juga menekankan pentingnya para dosen untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi termasuk dengan menampilkan hasil penelitian ke dalam bentuk video atau film. "Kita yang ada di bidang seni harus bisa akrab dengan teknologi untuk mendukung profesi kita," pungkasnya.[*]