AMLAPURA, Radar Bali.id- Desa Adat Seraya kembali menggelar Seraya Culture Festival 2023. Mengusung tema tri hita karana, tim pelaksana ingin mengembalikan eksistensi budaya yang ada di Desa Adat Seraya.
Bendesa Adat Seraya I Made Salin mengatakan, kegiatan pelestarian tradisi yang ada di Desa Adat Seraya. Salah satu yang menonjol yang ditampilkan dalam festival ini yakni Gebuk Ende Seraya.
“Ini menjadi ikon Seraya. Gebuk ende tidak ada selain di Seraya. Itu tradisi satu-satunya desa kami,” ujarnya Minggu (1/10/2023).
Gebuk ende sendiri merupakan tradisi yang dimiliki Desa Adat Seraya yang masih lestari hingga saat ini. Tradisi tersebut dipercaya sebagai sarana meminta hujan saat kemarau datang seperti saat ini.
“Kami berharap dari festival ini membawa manfaat bagi banyak orang. Terutama geliat ekonomi karena ada pameran UMKM. Selain itu juga kami berharap ke depan bisa berimbas pada kunjungan pariwisata di Karangasem,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Seraya Culture Fest, I Wayan Supartama menjelaskan, ada beberapa kegiatan baru yang ditampilkan dalam festival ini.
Seperti tradisi Dulang Mepeed untuk kembali membangkitkan dan memperkenalkan tradisi ke masyarakat luas, lomba memancing. Mengingat Seraya selama ini dikenal punya spot mancing yang beragam, serta kegiatan hiburan lainnya.
“Kami berharap setelah festival ini ada manfaatkan untuk masyarakat Seraya dan Karangasem. Tidak hanya pariwisata, tapi juga mampu meningkatkan perputaran ekomoni di masyarakat,” harapnya.
Festival ini digelar pada 6 hingga 8 September di Lapangan Ki Kopang, Desa Adat Seraya. [*]
Editor : Hari Puspita