Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dari Pertunjukan Tari Joged Harmoni 1.131 Mahasiswa Undiksha: Pecahkan Rekor, Kembalikan Marwah Tari Joget

Francelino Junior • Kamis, 11 Januari 2024 | 18:39 WIB
PECAHKAN REKOR: Tak kurang 1.131 orang menari Joget Harmoni. Selain tercatat sebagai rekor dunia, pementasan ini juga sebagai upaya kembalikan marwah joget.(francelino junior)
PECAHKAN REKOR: Tak kurang 1.131 orang menari Joget Harmoni. Selain tercatat sebagai rekor dunia, pementasan ini juga sebagai upaya kembalikan marwah joget.(francelino junior)

Pergelaran ini mencatatkan rekor di Buleleng. Tak kurang 1.131 orang penari yang semuanya berasal dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) memecahkan rekor dunia menari Joget Harmoni.

PERHELATAN spesial ini berlangsung semarak. Jadi momen tarian massal  di Lapangan Upacara Kampus Tengah Undiksha pada hari Rabu (10/1/2024) pukul 16.30 Wita.

Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan tegas mengklaim bahwa tarian massal ini tidak ada di belahan dunia lainnya. Sehingga tercatat juga sebagai rekor dunia.

Tari Joged Harmoni kini bersanding dengan Tari Pendet Massal (2018), Tari Kecak Massal (2018), dan Tari Rejang Sandat Ratu Segara (2018) sebagai tarian dengan rekor dunia.

“Sebuah rekor luar biasa, 1.131 penari menarikan Tari Joged Harmoni. Dari MURI berani mengklaim ini rekor dunia, tidak ada di belahan dunia manapun,” tegas Osmar Semesta Susilo, Wakil Direktur Utama MURI usai pemberian sertifikat kepada Undiksha.

Osmar juga mengatakan bahwa sertifikat rekor dunia dengan nomor 11501/R.MURI/I/2024 telah diberikan kepada Rektor Undiksha, Wayan Lasmawan sesuai tarian tersebut dipentaskan di hadapan ribuan mahasiswa Undiksha.

“Syarat untuk mendapatkan rekor dunia harus sesuatu yang khas dari Indonesia, salah satunya Joged Harmoni ini,” sambungnya lagi.

Sementara itu, Lasmawan menjelaskan bahwa tujuan menarikan tarian ini untuk mengembalikan lagi marwahnya. Mengingat joged saat ini selalu mendapat citra negatif.

Ia berharap dengan pencatatan rekor dunia ini, kesan negatif pada tarian tersebut dalam hilang. Serta esensi joged yang sebenarnya akan kembali.

Menurutnya, Tari Joged semestinya sebagai tarian persahabatan dan pergaulan, yang  mempererat hubungan antar manusia juga keharmonisan.

Pemilihan joged, lanjut Lasmawan, karena marwahnya yang sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana Undiksha, yakni keselarasan dan keseimbangan.

 “Rekor dunia ini awalnya untuk dipersembahkan dalam HUT Undiksha ke-31, kemudian kami kembangkan juga untuk penyelamatan Tari Joged,” jelas Rektor Undiksha itu.

Dalam persiapannya, 1.131 orang mahasiswa itu dilatih selama 2,5 bulan yang melibatkan pelatih hingga penata tari. Beruntung, semua penari dapat dengan cepat menangkap pakem-pakem joged yang sebenarnya, sehingga lebih mudah dalam melatihnya.

“Yang jelas begini, arti 1.131 itu adalah 31 merupakan usia Undiksha saat ini, sedangkan 11-nya itu rahasia,” tutup Lasmawan dengan tawa. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#Tari Massal #rekor muri