Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Diapresiasi! Perlu Keterampilan Khusus dan Tekun Melestarikan Prasi di Kalangan Anak Muda

Ni Kadek Novi Febriani • Senin, 19 Februari 2024 | 18:50 WIB
UNIK: Lomba tradisi seni ngripta atau tradisi prasi atau komik tradisional di Bulan Bahasa Bali 2024.
UNIK: Lomba tradisi seni ngripta atau tradisi prasi atau komik tradisional di Bulan Bahasa Bali 2024.
 
DENPASARradarbali.id-  Lomba Ngripta Prasi dalam Bulan Bahasa Bali (BBB) VI diapresiasi banyak pihak. Ini karena  kembali memberi ruang untuk mewadahi sekaligus  melestarikan seni tradisi prasi atau komik tradisi Bali bagi kalangan generasi muda.  
 
Seni menarasikan gambar dalam medium daun lontar tersebut perlu keterampilan khusus dan umumnya dibuat oleh seniman dewasa.
 
Hal itu diakui penekun Prasi Ida Bagus Rai, dari Desa Sidemen Karangasem selaku dewan juri Lomba Ngripta Prasi saat ditemui, di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali  Sabtu (17/2/2024).
 
Baca Juga: Ganjar - Mahfud yang Diusung PDIP di Bali Kalah, Benarkah Ada Pengaruh Jokowi Effect?, Begini Faktanya
 
Ida Bagus Rai mengungkapkan, kagum dengan  kemampuan peserta lomba Ngripta Prasi dalam ajang BBB VI. Padahal dalam proses membuat prasi dirinya mengakui amat sulit.
 
Sedangkan yang tampil sekarang usianya dibatasi 15-30 tahun dan hasilnya cukup baik. 
 
“Belum lagi kemampuan dalam menulis aksara, menarasikan cerita antara komposisi gambar dan tulisan harus diperhatikan betul,” kata Rai.
 
Baca Juga: Badah! Dikabarkan Pakai Daging Tikus, Video Viral Diduga dari Kalibukbuk, Buleleng, Begini Reaksi Perbekel
 
Jumlah pesertanya juga tujuh orang Rai tetap memberikan motivasi bagaimana mengupayakan ngripta prasi bisa berlanjut di kalangan anak muda.
 
“Saya sendiri bisa hidup karena prasi, karya itu harus ada pasarnya, kalau adik- adik mau menekuni prasi, saya bantu jualannya,” ucap Gus Rai berseloroh.
 
Sementara itu dalam Wimbakara Ngripta Prasi yang bertemakan Janha Kerthi , Juara satu diraih  I Nyoman Bagus Dharma Sidhi (Denpasar), Juara 2 I Putu Windu Juliana (Tabanan) dan juara 3, diraih Kadek Rifkyandi Septyan (Singaraja).***
Editor : M.Ridwan
#seni tradisi #prasi #BBB #lomba ngripta