Klungkung tidak hanya terkenal dengan lukisan wayang Kamasan, tetapi juga dengan karya alat musik tradisional gamelan. Di Desa Tihingan, Banjarangkan, dikenal sebagai sentra perajin gamelan.
TAK sulit mencarinya bila sudah tiba di Desa Tihingan, Banjarangkan, Klungkung. Ini karena sejumlah plang atau papan nama perajin gamelan banyak terpampang saat mengunjungi desa tersebut.
I Gede Swandi Yasa, adalah salah satu perajin gamelan di Desa Tihingan. Dia mewarisi keahlian turun-temurun keluarganya yang sejak zaman kerajaan telah memproduksi alat musik gamelan.
Yasa mengaku telah menekuni pembuatan alat musik tradisional gamelan sejak kecil, tepatnya tahun 1978. Keterampilan dan keahlian ini didapat dari regenerasi. Turun temurun dan bersinambungan, selama ratusan tahun.
Keahliannya membuat gamelan membuat gamelan produksinya tidak hanya diminati oleh warga Bali saja tetapi juga luar Bali.
“Yang pesan di saya tidak hanya dari Bali. Banyak juga dari luar Bali,” ujarnya.
Berkat keahliannya membuat alat musik gamelan, tepat produksinya tidak hanya dikunjungi oleh warga yang ingin memesan gamelan, tetapi juga orang-orang yang tertarik melihat cara produksi, bahkan belajar. Seperti kemarin (12/5/2024), delegasi IMEX (Indonesia Music Expo) mengunjungi tempat produksi gamelannya.
Para delegasi yang terdiri dari artis, music programmer, hingga komposer musik tersebut menyaksikan langsung berbagai proses pembuatan gamelan Bali.
Mulai dari menempa besi hingga menjadi gamelan, serta cara perajin gamelan melakukan tuning atau stem (mencocokan) nada gamelan secara manual hingga menghasilkan suara selaras.
Seorang delegasi, Miriam Brenner mengaku terkesima dengan musik nusantara, khususnya musik gamelan Bali.
Produser musik asal Belanda tersebut mengatakan, gamelan merupakan bagian penting dari kebudayaan Bali.
Itu sebabnya dia sangat tertarik melihat langsung proses pembuatan gong, cara mereka tuning nada, dan bagaimana maestro bisa membuat gong dengan keahlian mereka.
Hal serupa diungkapkan Direktur Womex, Christine Semba. Menurutnya menyaksikan langsung pembuatan gamelan Bali merupakan pengalaman yang luar biasa baginya. [*]
Editor : Hari Puspita