DENPASAR, radarbali.id - Duta Kota Denpasar tampil memukau pada Wimbakara (Lomba) Taman Penasar, Kamis (20/6) di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Art Center, Denpasar.
Ialah dengan penampilan berujudul 'Ceraken' oleh Sekaa Taman Penasar Basugita, Banjar Kedaton, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur.
Penulis Naskah Taman Penasar 'Ceraken,' Sang Nyoman Gede Adhi Santika memaparkan penampilan Duta Denpasar ini mengangkat ceraken dalam konteks wadah dan tatanan pusada lontar Bali.
Sehingga wadah dan balian ini menjadi premis serta dasar lakon yang ditampilkan dalam Taman Penasar ini.
"Kemudian memunculkan fenomena kekinian, di mana di sosial media balian-balian dan netizen itu sering bergunjingkan mana Balian yang baik dan mana Balian yang hanya sekedar, dalam tanda kutip mencari popularitas," ujarnya.
Ceritanya dimulai dengan seorang oknum Balian dahulu sering didatangi pasien. Pasien-pasien berdatangan ke tempatnya dengan berbagai macam penyakit dan memohon agar dapat disembuhkan.
Baca Juga: Polisi Sita Narkoba Senilai Rp 3 Miliar, 4 Kg Ganja, 2 Kg Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi
Namun kini kondisinya berubah, ia merasa hari-harinya sudah tak seperti dulu lagi. Lantas oknum Balian tersebut berkeliling mencari orang-orang yang dirasanya perlu untuk diobati.
Ketika tiba di sebuah pasar yang menjual berbagai macam bumbu dapur yang berwadahkan 'ceraken,' sang Balian menemukan seorang pedagang merasa kesakitan pada bagian perutnya.
Oknum Balian ini pun langsung memulai aksinya dengan mengeluarkan keris pamungkas dan mengarahkannya ke bagian perut pedagang.
Baca Juga: Saksi A Decharge Terdakwa Selepeg: Tak Ada Satupun Bukti, Dokumen dengan Tiga Nama Alias
Tak lekas membaik, pedagang justru makin merintih kesakitan. Lantas datang seorang laki-laki yang memberinya ramuan untuk diminum oleh pedagang tersebut. Alhasil si pedagang merasa sakit pada bagian perutnya meringan.
"Dari keresahan itu kami angkat dalam Taman Penasar dan dimunculkan dalam enam pupuh," terangnya.
Dipergunjingkanlah salah satu oknum Balian yang tanda kutip buruk, dan juga satunya lagi Balian yang memang menjalankan nilai-nilai kearifan lokal Bali dengan tatanan yang baik dan berlandaskan dharma.
Baca Juga: Penyidikan Macet, Aliansi Kebhinekaan Bali Desak Polda Bali Tetapkan Tersangka dan Menahan AWK
"Kami optimistis penampilan Taman Penasar dari Sekaa Taman Penasar Basugita sebagai Duta Kota Denpasar ini dapat menyabet juara dalam ajang Wimbakara PKB XLVI," sambungnya.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara turut memberikan apresiasinya pada penampilan Sekaa Taman Penasar Basugita sebagai Duta Kota Denpasar. Menurutnya penampilan kali ini merupakan salah satu bentuk eksistensi seni budaya tradisi yang ada di Kota Denpasar.
"Selain penampilan yang apik dan dramatis dalam ajang lomba, kisah ini juga memberikan pesan kehidupan,” kata Jaya Negara.***