Nama sanggar seni Haridwipa Gamelan Group yang bergerak pada pendidikan pelestarian seni budaya Bali sudah tidak ada asing lagi bagi masyarakat Tabanan.
SEJAUH ini sanggar seni yang berlokasi di Desa Dauh Peken Tabanan telah banyak menorehkan prestasi hingga tampil dikancah internasional.
Meski demikian lika-liku perjalanan panjang harus ditempuh dalam membangun sebuah pendidikan sanggar seni di Tabanan.
Baca Juga: Sanggar Seni se-Kabupaten Badung Perebutkan Gelar Juara dalam Festival Seni Budaya.
Pendiri Sanggar Seni Haridwipa Gamelan Group, I Gusti Nengah Hari Mahardika, dalam penuturannya mengakui dirinya memulai tahun 2001 lalu. Sudah puluhan tahun. Tepatnya 23 tahun.
Ide awal adalah sebagai pelestarian dan pengembangan budaya dan olah kreativitas seni. Kebetulan pula saat itu ia ikut selalu mengiringi ayahnya tercinta, seniman I Gusti Putu Bawa Samargantang, saat membaca puisi.
Dengan komposisi musikalisasi puisi dan musik minimalis. Lambat laun dedikasi berkesenian ini terus ia lakukan dengan orientasi pelesatarian budaya. Dengan membentuk sebuah sanggar seni.
"Sehingga tepat 2007 izin Sanggar Seni Haridwipa Gamelan Group ini keluar dari Desa hingga sekarang ini kami masih tetap eksis," ujar pria berusia 41 tahun, Kamis (14/11/2024) , dalam penuturannya kepada Jawa Pos Radar Bali. [juliadi/maulana sandijaya]
Editor : Hari Puspita