Tak terasa, sudah 23 tahun bergelut dalam pelestarian seni dan budaya di Bali, suka duka dalam berkesenian itu selalu ada. Sukanya, karena berkesenian tidak berorotesi kepada materi, murni ingin melakukan sesuatu tentang seni. Kemudian berkesenian juga bisa ngayah di pura-pura yang ada di Tabanan.
SUKA duka adalah hal yang harus dihadapi, Tidak hanya yang menyenangkan saja, untuk duka, terkadang menjadi masalah ada saat ada undangan tampil ke luar negeri.
Biasanya problemnya adalah terkendala dengan biaya akomodasi yang begitu besar.Undangan tampil keluar negeri sebagai bentuk persahabatan.
Bukannyam au mencari keuntungan atau apa, tetapi biaya perjalanan ke luar negeri memang tidak sedikit. Apalagi membawa sejumlah properti yang tak tergantikan, misalnya.
Dana dukungan juga sangat diperlukan untuk keperluan yang sifatnya sangat penting dan darurat. Karena di negeri orang bila ada apa-apa juga harus dipersiapkan dengan detail.
"Kami di Sanggar seni berusaha mencari dana melalui sponsor dari luar. Meski tampil di luar sudah ada tanggungan untuk hotel di sana. Namun akomodasi biaya perjalanan kadang menjadi kendala," tandas I Gusti Nengah Hari Mahardika, saat diwawancarai.
Jadi, harus gigih dan kreatif juga untuk mencari sponsor kalau mau mengikuti acara di luar negeri. Karena ongkosnya tidak sedikit. Dengaan segala suka dan dukanya.
Tidak mudah, tentunya. Namun bila berhasil mendapatkan kepuasaannya tentu tak ternilai. Karena semua dilakukan dengan sepenuh hati untuk melestarikan seni. [juliadi/maulana sandijaya]
Editor : Hari Puspita