DENPASAR,radarbali.jawapos – Setelah tiga hari buron akhirnya pembunuh Sandy Permana ditemukan di lokasi persembunyianya yakni di Karawang.
Pelaku yang dikenal dengan dengan nama Nanang Gimbal tersebut sempat sembunyi dan memangkas rambutnya agar tidak dikenali.
Sayangnya, pihak kepolisian terus memburunya hingga ketemu.
Nanang Gimbal merupakan tetangga dekat Sandy yang rumahnya persis di depan rumah.
Pribadi Nanang Gimbal diungkap ketua RT merupakan sosok yang pendiam dan anti sosial.
Ia juga seorang pecandu alkohol dan hal tersebut terbukti saat rumahnya digeledah banyak ditemukan botol minuman keras.
Setelah berhasil dibekuk polisi, Nanang Gimbal dalam BAPnya menyebutkan kronologi lengkap penikaman Sandy pada Minggu pagi tersebut.
Menurut Nanang Gimbal ia sedikit pun tak punya niat menghabisi nyawa Sandy Permana.
Emosinya memuncak saat berpapasan dengan Sandy ketika korban balik dari kandang ternaknya.
Nanang Gimbal menyebutkan Sandy menghinanya dengan cara meludah saat menatapnya.
Hal tersebutlah yang memicu amarah Nanang Gimbal terhadap korban.
“Saya diludahi, saya emosi,” ucapnya pada awak media.
Karena tidak bisa mengontrol emosinya Nanang kemudian berjalan ke kandang ternak korban mencari benda tajam yang bisa digunakan.
Nanang Gimbal menemukan sebuah objek kemudian mengejar dan menikam korban.
Korban ditikam di bagian pundak, perut, dada dan leher belakang telingannya.
Sontak saja darah berhembus keluar dari tubuh korban dan Nanang Gimbal panik kemudian lari.
Sesaat Sandy memegang luka belakang telinganya dan berjalan menuju rumah perawat di sekitar komplek tersebut.
Sayangnya perawat tak berada di rumahnya dan warga pun datang mengerumuninya.
Sandy pun memberitahukan warga pelakunya adalah Nanang Gimbal.
Oleh warga Sandy dibawa ke rumah sakit namun sayang nyawanya tak tertolong.
Ada pun istri korban Ade Andriani menuntut keadilan agar pelaku dapat divonis hukuman manti.***
Editor : Desi Rabiati