Sekaa Teruna Teruni (STT atau paguyuban muda-mudi) di Jembrana, minim mendaftarkan permohonan bantuan apresiasi pembuatan ogoh-ogoh. Dari total 282 STT, sementara hanya 65 STT yang sudah mendaftar. Padahal batas waktu pendaftaran sudah habis.
INI seperti dituturkan Ketua Yowana Jembrana, I Putu Feri Priyandana mengatakan, jumlah pendaftar bantuan apresiasi pembuatan Ogoh-ogoh jelang Hari Raya Nyepi masih minim karena banyak kendala dihadapi STT untuk melengkapi berkas persyaratan.
Ini karena pengurus, terutama ketua tidak berada di Jembrana untuk membuat berkas persyaratan. ”Kendala utama, banyak pengurus STT yang sedang bekerja di luar daerah,” ujarnya.
Karena sedang berada di luar daerah, tidak bisa melengkapi syarat rekening bank yang menjadi syarat utama.
Padahal, syarat mengenai rekening ini, sudah dimudahkan dengan hanya mengaktifkan internet banking.
”Kalau memang ada kendala ketua STT yang berada di luar daerah, sebenarnya bisa dilakukan pergantian ketua yang bisa aktif di STT agar bisa mengajukan bantuan,” ungkapnya.
Mengenai pergantian pengurus, bukan kendala utama karena Yowana Kabupaten sudah memfasilitasi, bahkan format surat keputusan (SK) sudah dikirim ke masing -masing STT agar bisa segera mendaftarkan permohonan bantuan pembuatan ogoh-ogoh sebesar Rp 2,5 juta.
Feri berharap semua STT SE Jembrana bisa mengajukan permohonan bantuan ini, meskipun nantinya tidak mengikuti lomba Ogoh -ogoh yang digelar jelang Hari Raya Nyepi. Bantuan dana apresiasi ini, bisa mengurangi beban biaya pembuatan ogoh-ogoh.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana Anak Agung Komang Sapta Negara mengatakan, batas waktu permohonan bantuan pembuatan Ogoh-ogoh dibatasi hingga 20 Februari mendatang. ”Biasanya jelang penutupan mereka daftar bersamaan,” ungkapnya.
Apabila pada batas waktu pendaftaran nanti belum semua STT mendaftar, pihaknya akan memberikan waktu tambahan hingga 28 Februari mendatang.
”Bantuan ini untuk apresiasi pembuatan Ogoh-ogoh, sehingga diharapkan semua bisa mengajukan,” ujarnya. [*]
Editor : Hari Puspita