Sejumlah lukisan hasil karya pelukis Bali yang tergabung dalam Militan Art dipamerkan di Labyrinth Studio Bali di Nuanu City di Tabanan. Tema-tema yang bernuansa kritikan ternyata jadi incaran untuk dikoleksi.
KANVAS-KANVAS yang telah jadi luapan ekspresi itu tampil dalam bentuk genre beragam. Ada karya abstrak hingga realis yang sebagian besar bercerita tentang perubahan iklim.
Lukisan-lukisan dari seniman Bali tersebut cukup menarik perhatian para pengunjung lokal dan wisatawan mancanegara yang datang ke kawasan Nuanu City yang berlokasi di Pantai Nyanyi, Desa Beraban, Kediri Tabanan.
Baca Juga: Bridges of Light, Pancaran Lukisan Intuitif dan Wayang Kulit Susiawan di Sudakara ArtSpace, Sanur
"Ini ada sekitar 27 lukisan yang kami tampilkan, sekaligus ada karya seni instalasi," ujar Herizal Lubis selaku Manager Labyrinth Art Galery, Sabtu (20/4/2025).
Ia menjelaskan puluhan lukisan yang ia pamerkan ini serangkaian peringatan Hari Kartini, karena saat ini ia sedang menggelar Talk Show tentang kesetaraan gender.
"Jadi sembari warga lokal hadir di acara talk show mereka juga bisa menikmati lukisan hasil karya seniman lokal Bali," ucapnya.
Menurut Lubis, sejatinya Labyrinth Art Galery yang berada di kompleks Nuanu City telah dibuka pada November 2024. Namun pameran lukisan seniman Bali yang bekerjasama dengan Militan Art dengan kurator Dewi Dian ini dimulai sejak bulan Maret hingga nantinya berakhir pada Mei 2025 mendatang. Lukisan-lukisan ini mengambil tema perubahan iklim.
"Kenapa kami mulai pamerkan bulan Maret, karena kebetulan saat itu peringatan hari air sedunia," ungkapnya.
Dari 27 karya seni lukisan ini tidak semua mengusung tema perubahan iklim. Melainkan pula identitas budaya Bali. Bahkan ada tentang politik, termasuk juga ditampilkan karya seni instalasi.
Seniman yang terlibat dari pameran lukisan ini mulai dari Nyoman Sujana Kenyem, Romi Sukanada, Gusti Buda, Putu Sudiana dan beberapa seniman lokal Bali lainnya.
"Total ada sekitar 19 seniman yang menampilkan karya seninya di Labyrinth Art Galery," jelasnya.
Menariknya dari puluhan lukisan yang dipamerkan lumayan menarik perhatian dari wisatawan dan tamu. Bahkan beberapa lukisan sudah laku terjual dibeli oleh tamu. Penjualan sekitar 8 lukisan yang laku, dengan kisaran harga jutaan hingga puluhan juta rupiah.
Kedepan pihaknya ingin bekerjasama dengan seniman lukis di Tabanan. Salah satunya komunitas seniman Batukaru, karena komunitas ini belum memiliki wadah.
"Selama ini kebanyakan kiprah dari seniman Tabanan berada di Denpasar. Mudah-mudahan Labyrinth Art Galery bisa dimanfaatkan untuk menampilkan hasil karya lukisan seni," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita