Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dari Pameran Seni Lukis: Young Artist Style – Mazhab Revitalization Now and Forever: Pertemuan Energi Klasik dan Modern

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 21 Mei 2025 | 19:06 WIB
KARYA I KETUT SUDIANA : Rafting si Sungai Ayung. (istimewa)
KARYA I KETUT SUDIANA : Rafting si Sungai Ayung. (istimewa)

Neka Art Museum dan House of Arie Smit menghelat pameran lagi. Kali ini bertajuk "Young Artist Style – Mazhab Revitalization Now and Forever", berlangsung 24 Mei hingga 12 Juni 2025 dan merupakan ungkapan semangat revitalisasi tradisi lewat interpretasi modern dari semangat Young Artist Style.

BUKAN hanya sebuah pameran seni, ini adalah merupakan manifestasi pemikiran, inovasi, dan dialog mendalam antara seni tradisional dengan dinamika kontemporer.

Pameran ini dirancang sebagai wadah bagi seniman muda berbakat untuk menampilkan karya-karya yang menggabungkan teknik dan estetika klasik dengan sentuhan kreativitas modern.

Tema "Mazhab Revitalization Now and Forever" mengajak pengunjung untuk menelusuri perjalanan sejarah seni lukis di Bali, menyaksikan bagaimana nilai-nilai estetika diwariskan dari generasi ke generasi dan terus bertransformasi seiring perkembangan zaman.

Dengan adanya pemanfaatan teknologi digital melalui kode QR yang tertera pada poster, pengunjung dapat dengan mudah mengakses informasi mendalam mengenai setiap karya, latar belakang inspirasi, serta proses kreatif di balik penciptaan karya tersebut.

KARYA I MADE SUARKA : Pemandangan di Sawah. (Istimewa)
KARYA I MADE SUARKA : Pemandangan di Sawah. (Istimewa)

Acara ini akan secara resmi dibuka oleh Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., seorang tokoh berpengalaman dalam pengembangan kebudayaan dan pendidikan, yang menyerukan pentingnya apresiasi terhadap warisan seni dan budaya sebagai modal identitas bangsa. Inisiatif pelaksanaan pameran ini diemban oleh PM. Kardi Suteja, sosok yang dikenal karena dedikasinya dalam menjembatani nilai-nilai tradisional dengan inovasi modern. Proses kurasi dipimpin oleh Hartanto, dengan dukungan ko-kurator oleh Benito Lopulalan, yang bersama-sama menyusun portofolio karya seni lukis dengan cermat sehingga menciptakan sebuah narasi visual yang menyentuh dan menggugah.

Lebih dari sekadar serangkaian karya lukis, pameran "Young Artist Style – Mazhab Revitalization Now and Forever" juga menghadirkan serangkaian kegiatan pendukung yang bertujuan untuk memberdayakan komunitas seni.

Di antaranya, terdapat sesi, workshop kreatif, lomba-lomba, serta forum tanya jawab langsung dengan para seniman. Melalui kegiatan ini, pengunjung tidak hanya diajak untuk menghayati estetika visual, namun juga difasilitasi untuk mendalami wawasan mengenai prospek dan tantangan dalam dunia seni lukis masa kini. Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk memberikan ruang bagi diskusi mendalam serta pertukaran ide kreatif antara peserta, akademisi, dan praktisi seni.

Pameran ini juga merupakan bukti nyata kolaborasi antara berbagai pihak dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya. Dukungan penuh datang dari Kementerian Kebudayaan Indonesia, Dana Indonesia, LPDP, dan NAM, yang bersama-sama berkomitmen untuk memajukan keberadaan seni budaya di tanah air. Tidak ketinggalan, pameran ini mendapatkan sinergi media dari mitra terpercaya seperti MyBaliNews, Tat Kala, dan Radar Bali, yang semakin memperluas jangkauan dampak pameran kepada masyarakat luas dan komunitas pecinta seni.

Dalam nuansa yang lebih mendalam, pameran ini bermaksud untuk mengisahkan perjalanan panjang sebuah tradisi yang telah mewarnai kehidupan seni rupa Bali sejak era Young Artist Style mulai dikenal. Setiap karya yang dipajang mengandung cerita, kerinduan akan masa lalu, serta semangat inovasi untuk masa depan. Seni lukis yang dipamerkan berhasil menangkap emosi serta esensi sejarah dengan cara yang sangat personal dan universal pada saat bersamaan. Pengunjung diundang untuk merenungi perjalanan tersebut dan menemukan makna tersendiri dalam setiap goresan yang tertuang, seolah memberi ruang bagi dialog antara jiwa kreatif dan identitas budaya yang kian berkembang.

Lebih jauh lagi, perhelatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi serta laboratorium kreatif bagi para generasi muda untuk terus menggali dan menginterpretasi nilai-nilai kebudayaan melalui medium seni. Dengan mengusung konsep revitalisasi yang abadi, pameran ini menegaskan bahwa tradisi tidak pernah mati, melainkan selalu menemukan ruang baru untuk berkembang dan beradaptasi dengan zaman. Setiap detail yang ada, mulai dari pencahayaan ruangan, penataan karya, hingga presentasi digital, dirancang untuk menciptakan sebuah atmosfer yang harmonis antara sejarah dan inovasi.

Kami mengundang seluruh penggiat seni, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum yang memiliki kecintaan terhadap kekayaan budaya Indonesia untuk hadir dan merasakan pengalaman visual serta intelektual yang mendalam melalui pameran ini. Keberadaan pameran "Young Artist Style – Mazhab Revitalization Now and Forever" diharapkan tidak hanya sebagai ajang pameran semata, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi kreatif yang dapat merangsang ide-ide segar dan menciptakan jejaring antar insan seni di tanah air.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan, jadwal acara pendukung, dan rincian karya yang dipamerkan, silakan memindai kode QR yang tertera pada poster atau menghubungi panitia penyelenggara melalui [kontak penyelenggara]. Kami berharap kehadiran Anda akan menambah semarak diskusi dan apresiasi terhadap perjalanan seni yang terus hidup dan berevolusi seiring waktu.

Mari bersama-sama kita rayakan sebuah perjalanan seni yang menggabungkan tradisi dan inovasi, sekaligus membuka cakrawala baru dalam memahami serta mengapresiasi kekayaan budaya Indonesia. Kehadiran Anda adalah bagian penting dari keberlangsungan warisan ini, yang tidak hanya menghormati masa lalu tetapi juga menatap masa depan dengan penuh semangat dan optimisme. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#pameran lukisan #Museum Neka Ubud #seni dan budaya #kolaborasi seni