radarbali.jawapos.com - Sam Sianata (Liem Sian An) dikenal sebagai pelopor "Dual karya Seni" yaitu menggabungkan karya seni lukis dan karya seni musik dalam satu kesatuan tema yang sama.
Dua unsur karya seni yang berbeda ini merupakan "eksperimen artistik" yang keluar dari pakem tunggal sehingga membuka ruang yang lebih luas dalam mengekplorasi kolaborasi lintas medium seni rupa.
Dual karya seni ini berbeda namun saling melengkapi,bukan sekedar disandingkan,tetapi memiliki hubungan makna yang memperkuat visi.
Ini sebuah karya Multidispliner seni rupa,seni musik dan sastra bahkan unsur religius budaya di dalamnya.
Karya ini bersifat Interaktif, reflektif yang mengajak audiens untuk merenungkan hubungan antara dua bagian karya tersebut untuk menggugah makna lebih dalam guna mengapresiasi seni secara intelektual dan emosional menciptakan harmoni visual dan audial.
Konsep Dual Karya Seni Sam Sianata
Setiap karya tidak hanya menampilkan visual (lukisan) tetapi juga disertai dengan lagu yang didalamnya berisi puisi atau narasi sastra yang menyatu dengan lukisan tersebut
Tujuannya adalah menciptakan perpaduan antara ekspresi visual dan ekspresi literer emosional,sehingga penikmat seni tidak hanya "melihat" tetapi juga "merasakan dan memahami" maknanya lewat lagu yang mengandung sastra tersebut.
Karya Unik dan Berkelas
Kombinasi seni lukis dan musik serta maskot yang selaras membuat karya Sam Sianata unik dan berkelas.
Three in One
Beberapa karya seni Sam Sianata merupakan gabungan dari tiga basis seni rupa yaitu seni lukis,seni musik dan seni kreatif dengan menambahkan maskot didalamnya,hal itu tampak dari karya seninya yang berjudul Go Green Taruparwa dan Tapak
Maestro Multitalenta
Kepiawaiannya sebagai Maestro seni tidak diragukan lagi dengan bakat multitalenta yang dimilikinya,dapat dikategorikan sebagai seorang sosok seniman yang langka,kebanggaan bangsa Indonesia.
Kontribusi Sam Sianata
Membuka prespektif baru dalam berkarya,khususnya bagi seniman seniman muda untuk tidak terjebak dalam satu bentuk seni saja.
Gagasannya memperkuat pendekatan interdisipliner dalam seni kontemporer Indonesia dan menjadikan sebuah pengalaman seni yang multisensorik.
Editor : Rosihan Anwar