Ajang unjuk kebolehan seniman tato Kembali dihelat di acara Denpasar Tattoo Fest 2025 . Acara selama dua hari ini menjadi sarana berekspresi menafsir mitologi Bali dalam seni rupa rajah punya keunikan tersendiri.
AJANG ini selalu dinanti komunitas seni rajah alias tato. Pemkot Denpasar melalui Dinas Pariwisata kembali menghadirkan D’Youth Fest kembali menggelar Denpasar Tattoo Fest 2025 selama dua hari.
Acara berlangsung hari Jumat (27/6/2025) dan Sabtu (28/6/2025) di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar. Puluhan peserta tattoo artis berkosentrasi dalam gelaran ini.
Seni tinta merayakan kreativitas seni lewat tato. Adapun tema kontes tahun ini yaitu Balinese Mythology yang ada keterkaitan unsur Bali.
Tattoo Fest 2025 hadir di Gedung DNA, Lumintang, sebagai panggung bagi seniman tattoo dari Bali dan luar daerah untuk menampilkan karya terbaik mereka.
Acara ini diselenggarakan oleh BKRAF Kota Denpasar bekerja sama dengan Inkdonesia Movement, dengan fokus pada seniman pemula hingga menengah yang siap melangkah ke level profesional.
Peserta lebih dari 80 orang seniman tato terlibat selama dua hari kompetisi, dengan semangat menampilkan teknik, karakter, dan narasi masing-masing.
Kompetisi ini pun dibagi dalam dua kelas, yakni yang pemula atau beginner dan intermediate. Tato bukan sekadar gaya, tapi cerita yang hidup di atas kulit, itulah yang menjadi semangat utama dalam kegiatan ini.
Acara ini juga dilakukan diramaikan juga dengan kegiatan talkshow, tatto award semakin kuat dengan hadirnya tokoh-tokoh tattoo Bali sebagai pembicara.
Di antaranya Putu Agus Eka Prasantika (Kink Tattoo Bali), Denu Sentanu, Prima Tattoo Bali. Mereka berbagi perspektif tentang teknik, etika, dan evolusi seni tato di Bali, sekaligus membimbing peserta untuk tumbuh dengan nilai, bukan sekadar gaya.
Turut hadir Kabid Ekonomi Kreatif Kota Denpasar, Wayan Hendaryana, saat diwawancara menyampaikan Tattoo adalah seni visual kontemporer yang merekam identitas, sejarah, dan keberanian. Komunitas tattoo adalah bagian penting dari ekosistem kreatif kota.
Senada dengan itu, Ketua Pelaksana Harian BKRAF Denpasar, Putu Yuliartha, mengatakan bahwa “Kami percaya bahwa ruang-ruang seperti ini akan menumbuhkan kepercayaan diri dan profesionalitas seniman muda kita. Dari Denpasar, mereka bisa menembus panggung dunia.
” Terkait perkembangan tatto di Bali, menurutnya kian berkembang dengan semakin banyaknya tattoo artist (seniman tato) maupun pendatang baru yang baru terjun. Kemudian juga makin banyak studio tato yang standarnya sudah berkelas internasional," katanya.
Untuk pemenang utama Denpasar Tattoo Fest 2025 akan diberangkatkan sebagai delegasi ke International Tattoo Contest di Kuching, Malaysia, pada September 2025. Sebuah kesempatan untuk membawa nama Bali dan Denpasar ke kancah internasional.
Tattoo Fest ini membuktikan bahwa Denpasar tidak hanya merawat warisan, tapi juga membuka ruang untuk ekspresi kontemporer yang jujur, penuh nilai, dan berani tampil beda.
Selain itu juga agar makin banyak seniman tato yang bisa mengharumkan nama Bali di kancah internasional.[*]
Editor : Hari Puspita