Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Komunitas Kerta Yowana, Singakerta, Ubud, Memukau dengan Kupu-kupu Tarum

Ida Bagus Indra Prasetia • Minggu, 6 Juli 2025 | 14:55 WIB

TAMPIL MEMUKAU : Penampilan Barong Ket dari Desa Singakerta di panggung PKB pada Jumat malam (4/7/2025). (Foto:Kominfo Gianyar)
TAMPIL MEMUKAU : Penampilan Barong Ket dari Desa Singakerta di panggung PKB pada Jumat malam (4/7/2025). (Foto:Kominfo Gianyar)

 

DENPASAR, Radar Bali.id – Komunitas Seni Kerta Yowana dari Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, tampil memukau di ajang Wimbakara Tari Barong Ket serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025.

 

Sebagai duta seni Gianyar, mereka menunjukkan tajinya di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Jumat (4/7/2025) malam, dan sukses memikat ribuan penonton yang memadati arena.

 

Malam itu, Komunitas Kerta Yowana bersaing dengan tiga kontingen seni dari Klungkung, Bangli, dan Buleleng. Riuh tepuk tangan dan sorak penonton menggema saat para seniman dari Gumi Seni naik ke panggung, menampilkan perpaduan harmonis antara iringan gamelan, gerak tedung yang lembut, dan kekuatan magis bapang barong.

 

Baca Juga: Juara Bertahan, Badung Tampilkan 4 Duta pada Wimbakara (Lomba) Tari Barong Ket PKB 2025

 

Ketua Komunitas, I Wayan Eris Stiawan, menyebut penampilan kali ini sebagai bentuk dedikasi terhadap pelestarian seni pertunjukan tradisional Bali yang sarat nilai spiritual, estetika, dan filosofi. Tahun ini, mereka membawakan garapan berjudul Tari Kupu-kupu Tarum, sebuah karya inovatif yang mengangkat nilai-nilai kelokalan Desa Singakerta.

 

Baca Juga: Duta Gianyar Pentaskan “Tragedi Bingin Banyah” Diangkat dari Novel Sukreni Gadis Bali, Kok Bikin Tertawa

 

”Tari ini mencerminkan keindahan, keagungan, dan transformasi menuju kemuliaan, sebagaimana spirit hidup masyarakat Singakerta yang tetap menjaga tradisi,” jelasnya. Meski tampil dengan sentuhan baru, garapan ini tetap berpijak pada pakem klasik, menghadirkan unsur kuat dari Bapang Petopengan, Goak Macok, Condong, hingga Omang.

 

Baca Juga: Ajang Pembuktian Duta Gianyar

 

Proses persiapan yang memakan waktu hampir setahun menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menyatukan seniman dari 14 banjar yang ada di desa.

 

”Banyak yang bekerja dan kuliah, jadi menyamakan jadwal latihan sangat menantang. Tapi semangat kami tetap utuh: menjaga warisan budaya,” ujar Eris.

 

Komunitas ini mengerahkan 29 orang penabuh, dua penari bapang barong, dan dua penari tedung dalam pementasan. Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Desa Singakerta, yang dipimpin Perbekel I Ketut Murja.[*]

Editor : Hari Puspita
#Art Center #pkb #komunitas #pesta kesenian bali