DENPASAR,radarbali.jawapos.com – Lima hari setelah artis Nina Carolina meninggal dunia banyak rekan sesama selebritinya muncul menceritakan kebaikan wanita yang akrab di sapa Mpok Alpa Semasa hidupnya.
Kepergiannya yang mendadak membuat rekan selebriti lainnya terkejut dan sulit percaya.
Salah satu artis yang merasa kehilangan dan memiliki cerita dalam dengan Mpok Alpa adalah pelawak senior Nunung.
Baru-baru ini Nunung menceritakan bagaimana kedekatannya dengan almarhum.
Dalam sebuah program di televisi Nunung menceritakan bahwa ia berteman Mpok Alpa kala almarhumah hamil enam bulan dan sedang kemoterapi.
Mpok Alpa datang menghampirinya lalu memeluknya sambil menangis sesenggukan.
Hal itu sempat membuat Nunung sedih ia mengira jika Mpok Alpa menangisi dirinya yang juga memiliki kanker payudara sama sepertinya.
Nunung yang kala itu telah dinyatakan sembuh pun lalu memberitahukan Mpok Alpa.
“Dia meluk aku bilang ‘Bukan mi, aku juga kena’ gitu katanya,” ucap Nunung kala menceritakannya.
Itu menjadi kali terakhir pertemuan mereka dan kabar kepergian Mpok Alpa justru membuat Nunung terpukul.
Menurut pengakuan Nunung kabar tersebut ia dapatkan dari Irfan Hakim dan setelah mengetahuinya ia duduk terpukul di kamar sambil menangis.
Dalam benak Nunung, ia memikirkan bagaimana akhir ceritanya yang sama-sama menderita kanker payudara.
Sambil menangis tersedu Nunung menceritakan bagaimana ia ketakutan akan akhir idupnya.
“Aku diam bengong di kasur, bagaimana aku,” ucap Nunung sambil menangis.
Nunung sendiri mengidap kanker payudara telah cukup lama.
Akan tetapi Nunung berhasil disembuhkan setelah melakukan perawatan intensif hingga kemoterapi.
Ia bahkan saat ini telah pulih dan bisa beraktifitas seperti biasa lagi.
Namun potensi penyakitnya akan kambuh lagi masih terbuka lebar.
Berbeda dengan Nunung, Mpok Alpa justru harus menyudahi proses kemoterapinya demi buah hatinya yang tengah ia kandung.
Me urut pengakuan Raffi Ahmad, sel kanker pada Mpok Alpa sempat jinak namun setelah melakukan pemeriksaan ternyata telah menyebar luas sehingga merenggut nyawanya.***
Editor : Desi Rabiati