Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Guratan Senja I Komang Andika Darmawan, Potret Kehidupan yang Lebih dari Sekadar Estetika di Sudakara Art House Sanur

M.Ridwan • Jumat, 19 September 2025 | 03:49 WIB
BUKAN SEKADAR FOTO: Salah satu karya foto Guratan Senja I Komang Andika Darmawan, Potret Kehidupan yang Lebih dari Sekadar Estetika di Sudakara Art House
BUKAN SEKADAR FOTO: Salah satu karya foto Guratan Senja I Komang Andika Darmawan, Potret Kehidupan yang Lebih dari Sekadar Estetika di Sudakara Art House

SANUR, radarbali.jawapos.com – Sudakara ArtSpace kembali membuka ruang bagi para seniman untuk menampilkan karya terbaiknya, Kali ini, giliran fotografer muda berbakat, I Komang Andika Darmawan, yang menghadirkan pameran foto bertajuk “Guratan Senja”.berlangsung 18 sepetember hingga 24 November 2025

Fotografer kelahiran legian, I Komang Andika Darmawan, kembali menghadirkan karya yang sarat makna melalui serangkaian foto bertajuk Gurat Senja. Berawal dari ketertarikannya menangkap sudut pandang sederhana pada sore hari, Andika justru menemukan kisah hidup yang mendalam dari seorang nenek berusia 107 tahun di kampung halaman bocah bermata biru yang sempat menarik perhatiannya.

Kisah itu bermula saat Andika tanpa sengaja bertemu seorang anak bermata biru yang masih duduk di bangku sekolah. Saat ditelusuri, ternyata sang anak berasal dari desa yang sama dengan sosok nenek renta tersebut. Pada suatu subuh, Andika mendatangi desa itu untuk kembali memotret sang bocah. Namun tak disangka, ia justru bertemu sang nenek yang berusia lebih dari satu abad.

Dalam momen penuh kebetulan itu, sang nenek dengan tenang menata diri, seolah bersiap menghadapi kamera. Meski awalnya menolak difoto karena takut “terkenal”, kehadirannya meninggalkan kesan yang sangat mendalam. Tak lama kemudian, beliau berpulang meninggalkan dunia. Foto-foto yang sempat diabadikan Andika pun kini menjadi saksi bisu terakhir perjalanan hidupnya.

Lewat Gurat Senja, Andika ingin menegaskan bahwa seni fotografi bukan sekadar menampilkan kecantikan atau ketampanan fisik. Guratan wajah dan urat-urat tubuh seorang yang menua justru

menyimpan cerita panjang tentang perjuangan hidup, kerja keras, serta ketabahan.

Fotografer senior Darwis Triadi menilai karya Andika memiliki kekuatan tersendiri. “Foto-foto Andika memancarkan energi sebuah pendalaman. Sebuah potret tidak hanya soal teknis, melainkan juga dialog energi antara fotografer dan subjek. Dari situ lahir karya yang punya ruh.

“Tantangan fotografer era digitalisasi kita harus benar benar memahami bahwa teknologi mempermudah bekerja tapi memang dalam beberapa hal yang terkonoligi fotografi mengganggu," ungkap Darwis.

“Kita harus meyakini teknologi mempermudah tapi skill tidak bisa digantikan mana mungkin energi digantikan,imbuhnya.

Motret orang interaksi energi untuk mempermudah kalau zaman dulu retaching

Kayak lukisan saja dengan teknologi AI digital print Ing tetap yang real lebih bagus apalagi terkait art pasti ada sesuatu nilai lebih

Buat kawan fotografer apalagi yang bikin sebuah potret kita harus latih skill kita sampai pada akhirnya menyampaikan sesuatu ysng berbedaMelalui pameran Gurat Senja, Andika berharap publik dapat melihat bahwa seni adalah refleksi kehidupan, dan setiap gurat wajah tua menyimpan pelajaran yang tak ternilai.

 

Seni sebagai Jendela Kesadaran

Fotografi “Gurat Senja” bukan hanya karya visual, tapi refleksi perjalanan, waktu, dan perasaan.

Senja menjadi simbol transisi: mengingatkan kita tentang keindahan dalam perubahan, sekaligus pentingnya berhenti sejenak untuk menghargai momen.

“Sebagai wadah seni yang konsisten memberi ruang ekspresi, Sudakara Art House berharap pameran ini

dapat membuka ruang dialog antara seniman, penikmat seni, dan masyarakat luas, jelas Ricky “Pameran ini mengajak audiens bukan hanya untuk melihat, tapi juga merasakan dan memaknai. Komitmen Sudamala terhadap Kebudayaan dan Kreativitas,imbuhnya

Wayan Suwastana menambahkan, Sudamala Resorts melalui CSR tidak hanya fokus pada lingkungan, tapi juga pada pengembangan seni dan budaya lokal.

“Pameran ini adalah bukti nyata bahwa pariwisata tidak hanya soal destinasi, tapi juga soal ekosistem kreatif yang hidup di dalamnya.,ujarnya

Dengan mendukung fotografer dan seniman, Sudamala ikut menjaga denyut kreatif Bali (dan Indonesia) tetap menyala.

Event ini membuka kesempatan untuk berdialog, berjejaring, dan berkolaborasi dalam karya seni maupun aksi sosial.

Harapannya, setelah pameran usai, benih hubungan dan inspirasi yang tumbuh di sini bisa terus berlanjut.***

Editor : M.Ridwan
#karya foto #Sudakara artspace #pameran foto