Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dampak Era Digital: Pasar Seni Kumbasari Sepi Turis, Pemerintah Diminta Promosikan Wisata Belanja Kreatif

Adrian Suwanto • Rabu, 5 November 2025 | 20:50 WIB
SEPI : Suasana di Pasar Seni Kumbasari, Denpasar, tampak sepi pembeli. (Adrian Suwanto/Radar Bali)
SEPI : Suasana di Pasar Seni Kumbasari, Denpasar, tampak sepi pembeli. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

 

DENPASAR, RadarBali.id – Di tengah era digital dan upaya Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memaksimalkan sebaran wisatawan ke Bali melalui pameran “Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI)”, objek wisata kreatif seperti Pasar Seni Kumbasari di Denpasar justru menghadapi kenyataan pahit: minimnya kunjungan wisatawan rombongan.

Kondisi ini menjadi ironi, mengingat Pasar Seni Kumbasari, Denpasar, adalah salah satu pasar seni terbesar yang menjadi bagian vital dari wisata kreatif dan ekonomi kerakyatan di Bali.

Jero Suci, salah seorang pedagang yang menjual sovenir dari bahan anyaman rotan dan eceng gondok di Pasar Seni Kumbasari, mengakui hampir tidak ada wisatawan mancanegara yang datang secara rombongan.

"Kami jarang melihat wisatawan mancanegara datang secara rombongan. Walaupun ada, mereka datang kemari secara perorangan atau sama keluarga, tidak secara rombongan," ujar Jero Suci.

Menurut Jero Suci, wisatawan, terutama dari Asia dan Domestik, lebih sering diarahkan oleh guide atau tour leader mereka ke pusat-pusat oleh-oleh modern yang berada di kawasan Badung maupun Denpasar.

Pedagang mengakui, pusat oleh-oleh modern memiliki penataan yang lebih menarik. Namun, Jero Suci menegaskan bahwa secara kualitas dan harga, barang yang dijual di pasar seni tradisional jauh lebih murah.

Para pedagang kini menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata dan dinas terkait lainnya.

Mereka mendesak agar Pasar Seni Kumbasari dipromosikan secara aktif sebagai salah satu tujuan wisata wajib, sehingga pariwisata tidak hanya monoton pada budaya dan seni pertunjukan, tetapi juga menunjang kegiatan bisnis kreatif yang menjadi sumber penghasilan masyarakat.[*]

Editor : Hari Puspita
#pasar seni #pasar kumbasari denpasar #lukisan #kerajinan