Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kado Solidaritas Ultah ke-42 Slank untuk Sumatera: Musisi dari Gang Potlot Ini Mengetuk Hati dengan Lelang di Pantai Mertasari

Marsellus Nabunome Pampur • Minggu, 28 Desember 2025 | 03:14 WIB
GELAR LELANG : Di Pantai Mertasari Slank melelang benda-benda kesayangan mereka dengan hasil  100 persen untuk korban bencana di Sumatera.(marsellus pampur)
GELAR LELANG : Di Pantai Mertasari Slank melelang benda-benda kesayangan mereka dengan hasil 100 persen untuk korban bencana di Sumatera.(marsellus pampur)

 

Di bawah langit malam Pantai Mertasari, Sanur, Sabtu (27/12/2025), debur ombak Bali beradu dengan distorsi gitar yang akrab di telinga. Namun, perayaan ulang tahun ke-42 Slank kali ini bukan sekadar pesta pora "Piss" dan hura-hura. Di balik tajuk konser "Hey 42th Slank", ada getaran empati yang dikirimkan untuk saudara-saudara sebangsa setanah air yang sedang berduka di Sumatera.

MALAM itu, panggung bukan hanya menjadi tempat Kaka, Bimbim, Ivanka, Ridho, dan Abdee beraksi. Panggung berubah menjadi mimbar kemanusiaan.

Slank memutuskan untuk melelang benda-benda kesayangan mereka, di mana 100 persen hasilnya akan disalurkan langsung untuk korban bencana di Sumatera.

Melepas "Harta" Kesayangan

Salah satu barang yang paling mencuri perhatian adalah sebuah unit Vespa milik sang vokalis, Kaka. Bukan sembarang motor, Vespa ini adalah saksi bisu perjalanan dua tahun terakhir Kaka.

"Ini mesinnya sudah konversi listrik, edisi khusus ulang tahun Slank ke-40. Sering saya pakai riding. Vespa ini istimewa bagi saya," kenang Kaka di sela persiapannya.

Meski berat, Kaka mengaku ikhlas melepas "tunggangan" kesayangannya demi misi yang lebih besar. "Esensinya adalah semoga lelang ini bisa dapat banyak, sehingga sumbangannya juga bisa besar untuk mereka," tambahnya.

Tak mau ketinggalan, Ivanka juga merelakan salah satu instrumen jiwanya: sebuah gitar bass yang kerap menemaninya di atas panggung. Dengan nada rendah yang mantap, ia berharap aksi ini bukan sekadar transaksi, melainkan doa yang nyata.

"Semoga apa yang kami berikan bisa menjadi 'himpunan surgawi' bagi teman-teman di Sumatera," ujar Ivanka lirih namun penuh keyakinan.

Bali: Rumah Kedua dan Titik Awal Baru

Memilih Bali sebagai lokasi perayaan ke-42 tahun bukanlah tanpa alasan. Bagi Bimbim, Bali adalah "rumah kedua" bagi Slank. Di pulau ini pula, Slank meniup lilin ulang tahun sembari memperkenalkan amunisi baru.

Sebuah single anyar dirilis malam itu sebagai jembatan menuju album ke-26 mereka.

Di usia yang melewati empat dekade, Slank membuktikan bahwa mereka belum habis; mereka justru makin matang secara musikalitas dan kepedulian sosial.

Sinergi untuk Kemanusiaan

Langkah mulia Slank ini mendapat dukungan penuh dari HS (Surya Group). Muhammad Suryo, sang CEO, menegaskan komitmennya bahwa konser ini murni tentang memberi.

"Saya memastikan seluruh keuntungan dari konser ini akan disalurkan untuk membantu korban bencana di Sumatera," tegas Suryo.

Malam itu di Sanur, Slank tidak hanya memainkan musik. Mereka memainkan nada-nada solidaritas. Dari Bali, mereka membuktikan bahwa meski usia bertambah, semangat untuk peduli tetap tak pernah padam. Karena bagi Slank, musik adalah alat, dan cinta adalah tujuannya.[*]

Editor : Hari Puspita
#lelang barang #aksi solidaritas #aksi sosial #bencana sumatra #Slank