JEMBRANA, Radar Bali.id – Meski pemerintah daerah telah memberikan perpanjangan waktu pendaftaran, tidak semua Sekaa Teruna Teruni (STT) di Kabupaten Jembrana memanfaatkan subsidi pembuatan ogoh-ogoh untuk Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948.
Data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jembrana menunjukkan, dari total 281 STT yang terdata, hanya 225 yang resmi mendaftar sebagai penerima bantuan senilai Rp2,5 juta per kelompok.
Kepala Disparbud Jembrana, Anak Agung Komang Sapta Negara, menyebutkan kendala administrasi menjadi alasan utama.
"Banyak yang terkendala masalah internal, seperti kepengurusan yang tidak aktif atau rekening bank yang sudah mati. Ada juga pengurus yang bekerja di luar kota," ujar Sapta Negara, Jumat (20/2/2026).
Padahal, proses pendaftaran dilakukan secara daring (online) untuk memudahkan akses. Meski puluhan STT absen, pemerintah tetap melanjutkan proses verifikasi bagi mereka yang sudah mendaftar. Dana bantuan tersebut ditargetkan cair pada awal Maret 2026.
Selain urusan dana, Disparbud kini mulai membentuk tim penilai untuk parade ogoh-ogoh dalam rangkaian Masikian Festival. "Pekan depan kami akan bahas sistem penilaian yang baru berdasarkan masukan dari teman-teman STT," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita