TABANAN, RadarBali.id – Dinas Kebudayaan (Disbud) Tabanan resmi mengumumkan pemenang Lomba Ogoh-ogoh Festival Singasana III. Gelar Juara I jatuh ke tangan Sekaa Teruna (ST) Dharma Bhakti, Banjar Tapak Karang, Desa Apuan, Baturiti, melalui karya fenomenal mereka yang bertajuk Adhikara Grahana.
Ogoh-ogoh yang mengangkat kisah asal-usul Rahwana dari Babad Lokapala ini berhasil menyisihkan pesaing tangguh lainnya. Juara II diraih oleh ST Tri Wikrama, Banjar Kamasan, dengan karya Ngerejeg Bhoma Palatra (nilai 261,8), disusul STT Permata, Banjar Tanah Bang, sebagai Juara III dengan karya Kunti Seraya (nilai 259,7).
Perjuangan 6 Bulan dan Biaya Fantastis
Undagi ST Dharma Bhakti, I Made Widiartha ,24, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian yang di luar ekspektasi ini. "Kami mulai menggarapnya sejak September 2025 secara mandiri tanpa tenaga luar. Ini benar-benar perjuangan yang tidak sia-sia," ujarnya.
Proses kreatif ini memakan waktu hampir enam bulan dengan total biaya mencapai Rp 70 juta (termasuk konsumsi). Tak hanya soal teknis, tantangan fisik pun harus dihadapi saat membawa ogoh-ogoh dari Baturiti ke lokasi festival.
"Perjalanan sampai empat jam karena harus menghindari kabel listrik dan pepohonan di sepanjang jalur Penebel," tambah Widiartha.
Detail yang Menentukan
Juri lomba, I Gede Arum Gunawan, menjelaskan bahwa penilaian tahun ini sangat ketat, terutama pada aspek harmonisasi anatomi, pewarnaan, dan pencahayaan. "Pencahayaan sangat krusial. Beberapa warna bisa terlihat berbeda saat di dalam ruangan dibandingkan saat terkena cahaya matahari langsung," jelasnya.
Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan, I Made Subagia, berharap ajang ini terus menjadi ruang bagi undagi lokal untuk mengasah kreativitas agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.[*]
Editor : Hari Puspita