Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ogoh-ogoh Sapa Warang Banjar Gemeh dan Gajah Tainsiat Denpasar Masih Heboh hingga Memacetkan Jalan

Hari Puspita • Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:24 WIB

MENYALA KALAU MALAM : Ogoh-ogoh Sapa Warang di Banjar Gemeh, Dauh Puri Kangin, Denpasar, ini dilengkapi pencahayaan elektronik, bisa menyala malam hari.(foto:Muhammad Fajar Bagaskara untukRadar Bali )
MENYALA KALAU MALAM : Ogoh-ogoh Sapa Warang di Banjar Gemeh, Dauh Puri Kangin, Denpasar, ini dilengkapi pencahayaan elektronik, bisa menyala malam hari.(foto:Muhammad Fajar Bagaskara untukRadar Bali )

 

Dua banjar ini selalu heboh untuk urusan karya ogoh-ogohnya setiap tahun. Rutin setiap tahun . Yaitu Banjar Gemeh, Desa Dauh Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Barat dan Banjar Tainsiat yang  berada di wilayah Desa Dangin Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara.

BAGAIMANA dengan tahun 2026 ini atau Tahin Caka 1948?  lagi-lagi, dua banjar ini karya ogoh-ogohnya seperti biasa juga bikin heboh, bikin kerumunan massa.

Tak peduli siang atau malam, seusai malam pengerupukan, kelar Nyepi, karya ogoh-ogoh dua banjar ini tetap jadi objek foto dokumentasi hingga berswafoto ria alias selfie.

GAJAH NAN DETAIL : Ogoh-ogoh gajah di Banjar Tainsiat, Desa Dangin Puri Kaja, ini bak karya film animasi saja layaknya. (Made Dwija Putra/Radar Bali)
GAJAH NAN DETAIL : Ogoh-ogoh gajah di Banjar Tainsiat, Desa Dangin Puri Kaja, ini bak karya film animasi saja layaknya. (Made Dwija Putra/Radar Bali)

Kali ini Banjar Gemeh menampilkan ogoh-ogoh Sapa Warang sedangkan Banjar Tainsiat menampilkan ogoh-ogoh menyuguhkan ogoh-ogoh gajah.

Hasilnya? Bisa ditebak. Dua-duanya tak hanya ramai menjadi objek foto warga hingga turis asing. Tetapi juga sempat beberapa kali memacetkan jalan. Karena banyak yang memarkir kendaraan di kanan-kiri badan jalan raya,sekitar ogoh-ogoh. Meskipun ogoh-ogoh Gajah sempat mengalami kendala teknis saat hendak ikut lomba. Tapi tak mengurangi kekurangan warga atas kakagumannya untuk detail si Gajah.

Maklum. Karya sekaa teruna dua banjar itu memang dikerjakan tangan-tangan terampil, berbakat dan kemampuan imajinasi seni rupa yang mumpuni, sepenuh hati, tekun, detail, dan tentu saja dukungan finansial untuk menuntaskan gagasan. Hasilnya : Karya patung ogoh-ogoh nan ciamik dari tahun ke tahun. [*]

Editor : Hari Puspita
#denpasar #nyepi #Seni Rupa #Banjar tainsiat #ogoh-ogoh