GIANYAR, Radar Bali.id – Gemuruh suara gamelan dan kemegahan sosok Barong memeriahkan panggung terbuka Balai Budaya Gianyar pada Selasa malam (7/4/2026).
Sebanyak tujuh duta seni perwakilan dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Gianyar tampil memukau dalam gelaran Parade Bapang Barong, yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Gianyar ke-255.
Baca Juga: Saat Barongsai Menari di Catur Muka, Denpasar, Membawa Pesan Damai dari Festival Harmoni Imlek
Acara yang berlangsung semarak ini tidak hanya sekadar tontonan, tetapi juga menjadi panggung unjuk kreativitas.
Setiap kontingen menampilkan garapan atraktif yang sarat akan makna filosofis kehidupan masyarakat tradisional Bali, lengkap dengan ciri khas dan keunikan gaya bapang dari masing-masing wilayah.
Regenerasi Seniman Muda
Penampilan dibuka dengan apik oleh Sanggar Dwi Bhuana Sari dari Banjar Abiansemal (Kecamatan Ubud). Kemeriahan terus berlanjut dengan aksi Gamelan Laya Sabda (Payangan), Sanggar Kayon Pejeng (Tampaksiring), Sanggar Bagus Bhuwana Mas (Sukawati), serta Sekaa Sebunan Sanggar Seni Jenggala Gora (Blahbatuh). Menjelang akhir, penonton disuguhi penampilan dari Sanggar Seni Manik Bengkel (Gianyar) dan ditutup secara meriah oleh Sekaa Truna Aristha Bhuana dari Banjar Kendran (Tegalalang).
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa, menegaskan bahwa Pekan Budaya Gianyar merupakan ruang krusial bagi para seniman untuk mengekspresikan nilai kearifan lokal.
"Kami menampilkan kekayaan seni yang ada di Gianyar sebagai bentuk misi pelestarian. Salah satunya melalui Parade Bapang Barong ini, karena setiap daerah di Gianyar memiliki kekhasan gerak dan karakter yang berbeda," ujar Adi Parbawa.
Misi Pelestarian Budaya
Lebih lanjut, Adi Parbawa menjelaskan bahwa pelibatan sanggar seni, komunitas, hingga kelompok yowana (pemuda) dalam parade ini adalah langkah strategis untuk memastikan regenerasi pelaku seni tidak terputus.
"Perhelatan ini adalah bentuk penyatuan komitmen antara pemerintah, seniman, dan tokoh seni dalam menjaga marwah seni budaya Gianyar agar tetap lestari di tangan generasi muda," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita