Alun-alun Bangli mendadak riuh pada Rabu (6/5/2026). Sebanyak 1.800 siswa dari jenjang SD hingga SMP se-Kecamatan Bangli berkumpul untuk mematangkan koreografi kolosal bertajuk "Tatenger Agung". Aksi ini disiapkan khusus sebagai sajian utama pembukaan HUT Kota Bangli ke-822 yang akan jatuh pada Minggu lusa (10/5/2026).
DALAM penuturannya kepada awak media, Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli, I Komang Pariartha, menjelaskan bahwa angka 1.800 tersebut terdiri dari 600 siswa SD dan 1.200 siswa SMP.
Baca Juga: Sanggar Seni Pranawa Swaram Pentaskan Karya Lotring di PKB, Sekaligus Dua Tari Legong
Didampingi oleh 200 mentor, para siswa ini telah berlatih intensif selama sebulan terakhir.
Bukan sekadar tarian, "Tatenger Agung" (Suara Kulkul Agung) membawa pesan sejarah yang mendalam. Pertunjukan ini mengangkat kisah kelam masa lalu Bangli saat dilanda gering atau wabah penyakit mematikan yang membuat warga eksodus meninggalkan daerah tersebut.
"Dikisahkan masyarakat akhirnya kembali setelah menghaturkan persembahan dan tari sakral. Melalui parade ini, kami ingin generasi muda paham sejarah kembalinya peradaban Bangli pasca-wabah melalui titah atau bhismanya sang Raja," ujar Pariartha.
Kreativitas Berbasis Lokal
Keunikan parade ini terletak pada kemandirian para siswa. Tercatat ada 53 Barong Brutuk yang akan tampil, di mana seluruhnya dibuat sendiri oleh para siswa dibantu staf sekolah. Selain itu, ada pula Barong Ket, Barong Celeng, Sapi, hingga Macan.
Meski kolosal, kostum yang digunakan tetap mengedepankan kesederhanaan Bali, seperti saput poleng dan sarung hitam, sehingga tidak memberatkan orang tua siswa.[*]
Editor : Hari Puspita