Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Simbol Kebangkitan dari Wabah: 1.800 Siswa Siap Getarkan HUT Bangli ke-822 dengan "Tatenger Agung"

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Kamis, 7 Mei 2026 | 17:20 WIB
PERSIAPAN PENTAS KOLOSAL : Lebih dari seribu siswa SD dan SMP se Kecamatan Bangli memadati Alun-alun Bangli. (Dewa Ayu Pitri Arisanti)
PERSIAPAN PENTAS KOLOSAL : Lebih dari seribu siswa SD dan SMP se Kecamatan Bangli memadati Alun-alun Bangli. (Dewa Ayu Pitri Arisanti)

Alun-alun Bangli mendadak riuh pada Rabu (6/5/2026). Sebanyak 1.800 siswa dari jenjang SD hingga SMP se-Kecamatan Bangli berkumpul untuk mematangkan koreografi kolosal bertajuk "Tatenger Agung". Aksi ini disiapkan khusus sebagai sajian utama pembukaan HUT Kota Bangli ke-822 yang akan jatuh pada Minggu lusa (10/5/2026).

DALAM penuturannya kepada awak media,  Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli, I Komang Pariartha, menjelaskan bahwa angka 1.800 tersebut terdiri dari 600 siswa SD dan 1.200 siswa SMP.

Baca Juga: Sanggar Seni Pranawa Swaram Pentaskan Karya Lotring di PKB, Sekaligus Dua Tari Legong

Didampingi oleh 200 mentor, para siswa ini telah berlatih intensif selama sebulan terakhir.

Baca Juga: Sanggar Laras Manis Rekonstruksi Gamelan Tua di PKB-47, Tampilkan Seni Klasik dalam Pertunjukan Wayang

Bukan sekadar tarian, "Tatenger Agung" (Suara Kulkul Agung) membawa pesan sejarah yang mendalam. Pertunjukan ini mengangkat kisah kelam masa lalu Bangli saat dilanda gering atau wabah penyakit mematikan yang membuat warga eksodus meninggalkan daerah tersebut.

"Dikisahkan masyarakat akhirnya kembali setelah menghaturkan persembahan dan tari sakral. Melalui parade ini, kami ingin generasi muda paham sejarah kembalinya peradaban Bangli pasca-wabah melalui titah atau bhismanya sang Raja," ujar Pariartha.

Kreativitas Berbasis Lokal

Keunikan parade ini terletak pada kemandirian para siswa. Tercatat ada 53 Barong Brutuk yang akan tampil, di mana seluruhnya dibuat sendiri oleh para siswa dibantu staf sekolah. Selain itu, ada pula Barong Ket, Barong Celeng, Sapi, hingga Macan.

Meski kolosal, kostum yang digunakan tetap mengedepankan kesederhanaan Bali, seperti saput poleng dan sarung hitam, sehingga tidak memberatkan orang tua siswa.[*]

Editor : Hari Puspita
#Alun-Alun Bangli #seni kolosal #koreografi #hut #pentas seni