Ada suasana khas, berbeda, yang disuguhkan dalam perayaan libur Umanis Galungan di Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Kedaton, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan. Pihak manajemen DTW Alas Kedaton menyuguhkan untuk menghibur lonjakan wisatawan dibandingkan hari-hari biasanya.Atraksi budaya yang ditampilkan berupa tradisi ngelawang.
INI terasa Istimewa di saat liburan hari raya. Manajer Operasional DTW Alas Kedaton, I Gusti Bagus Suryawan, 45, mengatakan bahwa jumlah kelompok atau sekaa yang meramaikan tradisi ngelawang ini sebagian besar datang dari kalangan anak-anak.
Baca Juga: Tradisi Ngelawang: Seni Barong Cilik yang Dinanti saat Libur Galungan di Bali
Kehadiran atraksi budaya ini rupanya juga membawa berkah tersendiri bagi para pedagang di area DTW Alas Kedaton yang ikut ramai berkat adanya pasar dadakan khusus momen liburan.
“Ada sekitar lima sekaa ngelawang yang meramaikan atraksi budaya di DTW Alas Kedaton hari ini,” ujar Suryawan saat memberikan keterangan di tengah riuhnya suasana liburan pada hari Kamis (18/6/2026).
Suryawan menjelaskan, sekaa Ngelawang tersebut mulai berdatangan ke areal objek wisata sejak pagi hari sekitar pukul 09.30 Wita. Penampilan seni barong tersebut terus berlangsung secara bergantian dengan kedatangan kelompok berikutnya pada pukul 11.00 Wita dan pukul 12.00 Wita.
“Sudah ada tiga kali penampilan dan akan lanjut sampai sore bersamaan dengan jam tutup objek wisata. Tapi biasanya setelah dari sini mereka lanjut mengelawang ke banjar-banjar,” ungkapnya.
Tradisi Ngelawang di Alas Kedaton sendiri dijadwalkan berlangsung saat Umanis Galungan dan akan berlanjut saat hari raya Kuningan serta Umanis Kuningan pada akhir pekan depan.
Meskipun jumlah kunjungan di Alas Kedaton relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan objek wisata besar lain di Bali, kehadiran pasar dadakan serta atraksi budaya ini terbukti cukup efektif memikat minat warga untuk berkunjung.
“Sampai siang ini sudah tiga ratus orang yang datang sesuai dengan data tiket yang terjual,” sebut Suryawan memperkirakan jumlah kunjungan di momen libur Galungan kali ini.
Pihak pengelola menyebutkan, pelaksanaan tradisi Ngelawang serta pasar dadakan ini memang hanya diselenggarakan pada momen-momen hari raya tertentu saja.
Selain Galungan dan Kuningan, keramaian serupa biasanya muncul saat momen Ngembak Geni atau satu hari setelah perayaan Nyepi.
Terkait biaya operasional, pihak pengelola saat ini masih menerapkan tarif tiket lama meski terdapat rencana kenaikan yang masih dalam tahap kajian.
Wisatawan mancanegara dewasa saat ini dikenakan biaya Rp 30 ribu dan domestik dewasa Rp 20 ribu. Sementara untuk wisatawan asing anak-anak Rp 20 ribu dan wisatawan domestik anak-anak Rp 15 ribu. “Sedangkan untuk masyarakat lokal Bali, tiket warga kita hanya Rp 10 ribu,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita