Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Perjalanan Patung Dalam Psikologi Manusia "Inner Landscapes" di Sudamala Resorts dan Timboel Art Gallery

M.Ridwan • Kamis, 16 April 2026 | 04:47 WIB
KUDA 70: Creative Director, Magistyo Tahun Emas Raharjo alias Magis (kanan) dan GM Sudamala Resort (kiri) di depan patung kuda yang terbuat dari kayu jati dan aluminium. (M.RIDWAN/radarbali.id)
KUDA 70: Creative Director, Magistyo Tahun Emas Raharjo alias Magis (kanan) dan GM Sudamala Resort (kiri) di depan patung kuda yang terbuat dari kayu jati dan aluminium. (M.RIDWAN/radarbali.id)

SANUR, radarbali.jawapos.com - Sudamala Resorts gandeng Timboel Art Gallery menyajikan "Inner Landscapes", sebuah pameran patung yang menggugah, di Sudakara ArtSpace pada 15 April 2026.

Pameran ini akan berlangsung dari 15 April 2026 hingga 30 Juni 2026, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati koleksi karya dalam periode yang lebih panjang. Dinyatakan terbuka untuk umum, dengan jam kunjungan setiap hari pukul 09.00-21.00 WITA

Sang Creative Director, Magistyo Tahun Emas Raharjo, dalam sesi konferensi pers menyebut pameran ini mengusung tema, Inner Landscapes mengajak audiens memasuki pengalaman reflektif yang mendalam, di mana tubuh manusia melampaui bentuk fisiknya dan menjadi wadah bagi narasi emosional serta psikologis.

“Setiap karya patung memuat lapisan makna yang diekspresikan melalui pose, tekstur, distorsi, dan gestur, menggambarkan kondisi keterasingan, keheningan, pencarian, ketegangan, pelepasan, hingga penerimaan,” ungkapnya, Rabu (15/4/2026).

Salah satu karya seperti Alone Woman merepresentasikan kesendirian bukan sebagai kehilangan, melainkan sebagai ruang untuk mengenal diri dan refleksi.

Kemudian Angel Hold Face menggambarkan ketegangan halus antara kelembutan dan beban emosional.

Sementara Mummy mengeksplorasi tema keterikatan, perlindungan, serta jejak luka emosional yang membentuk identitas.

“Karya-karya abstrak dalam pameran ini melengkapi narasi dengan pendekatan yang lebih intuitif, menghadirkan emosi yang sulit didefinisikan namun terasa mendalam,” ujar pemuda yang akrab disapa Magis, ini.

Dikatakan, sebagai kekuatan kreatif dalam seni dekoratif, Timboel Art Gallery mengedepankan perpaduan antara ide, material, dan keterampilan.

Galeri ini bekerja erat dengan para perajin lokal, membangun ekosistem seni yang inklusif dan berkelanjutan.

Setiap karya tidak hanya menjadi objek estetika, tetapi juga narasi yang mencerminkan budaya, komunitas, dan ekspresi artistik.

Harapannya kata Magis, tentu salah satu diversifikasi karya biasanya pameran lukisan sekarang karya beda kombinasi tentu akan memberikan nilai tambah kepada karya seni secara keseluruhan

“Tentu dengan adanya variasi dari eksibhisi bisa memberikan motivasi sehingga kita memiliki semua kesempatan dan terbuka ruang dan space seniman sendiri,”paparnya.

Magis menyebut karya-karyanya paling banyak di pesan oleh kolektor asal Amerika Serikat, Spanyol dan kawasan Eropa lainnya.

Meski komersial, pihaknya juga punya kepedulian sosial dimana salah satu patung pernah didesikan untuk membantu bencana gempa Palu beberapa tahun lalu. 

Ricky Putra selaku General Manager Sudama Resort, mengatakan pameran ini menjadi kesempatan luar biasa bagi seniman untuk mengenalkan lebih dalam karya-karyanya kepada publik internasional.

“Updatnya, kami akan membuka resort keenam mulai beroperasi mulai Agustus nanti dan mudah-mudahan  bisa jadi salah satu venue ekshibisi dan kegiatan seni lain ke depan,” ujar Ricky, disela pembukaan pameran. ***

Editor : M.Ridwan
#karya patung #Inner Landscapes #Sudamala Resorts #Timboel Art Gallery #pameran seni