Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Penghormatan untuk Leluhur, Sekehe Joged Kumbang Dedari Banjar Tegaltamu Tampil "Klasik dan Memikat" sebagai Duta Kabupaten Gianyar di Pesta Kesenian Bali 2026

Rosihan Anwar • Kamis, 18 Juni 2026 | 10:27 WIB
Aksi Sekehe Joged Kumbang Dedari Banjar Tegaltamu, Desa Batubulan Kangin, Sukawati, Gianyar, di Kalangan Madya Mandala, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (17/6/2026).
Aksi Sekehe Joged Kumbang Dedari Banjar Tegaltamu, Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar, di Kalangan Madya Mandala, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (17/6/2026).

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Duta Kabupaten Gianyar, yakni Sekehe Joged Kumbang Dedari Banjar Tegaltamu, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, sukses menampilkan Pementasan Joged Tradisi, dalam rangka Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Madya Mandala, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (17/6/2026).

Partisipasi Sekehe Joged Kumbang Dedari Banjar Tegaltamu dalam PKB tahun ini memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar mewakili Kabupaten Gianyar.

Pementasan ini menjadi momentum kebangkitan kembali Joged Tegaltamu, sebuah warisan seni yang telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat sejak tahun 1961.

Didirikan oleh I Gusti Ngurah Gede Sumantra dan I Wayan Rija, Joged Tegaltamu pernah menjadi salah satu sekaa joged yang diperhitungkan di Bali.

Pada era 1990-an, sekaa ini berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Pesta Kesenian Bali. 

Seiring berjalannya waktu, estafet kesenian terus diwariskan hingga akhirnya kembali hadir di panggung PKB melalui semangat generasi penerus yang berkomitmen menjaga kelestarian seni tradisi.

Mengusung tajuk “Joged Kumbang Dedari Tegaltamu”, pementasan ini memaknai kumbang sebagai simbol gerak yang dinamis, memikat, dan penuh kehidupan, sementara dedari melambangkan keanggunan, kesucian, dan keluhuran budi.

Filosofi tersebut diwujudkan dalam sebuah pertunjukan yang berpijak kuat pada tradisi, namun tetap relevan dan bermakna bagi kehidupan masyarakat masa kini.

Berlandaskan tema PKB 2026, “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha”, pementasan ini menjadi refleksi pemuliaan jiwa dan penyucian diri melalui seni sebagai media yang menghadirkan kebahagiaan, keharmonisan, dan keseimbangan hidup.

Dalam bingkai tersebut, Joged Kumbang Dedari tumbuh dari keakraban yang tulus, menjadikan seni sebagai ruang perjumpaan, penguatan nilai kemanusiaan, serta sarana penyembuhan batin dan raga.

Salah satu kekuatan utama yang ditampilkan dalam pementasan ini adalah komitmen untuk mempertahankan pakem klasik warisan para pengelingsir.

Di tengah berkembangnya berbagai bentuk kreasi dan inovasi seni pertunjukan, Joged Kumbang Dedari Tegaltamu memilih tetap berpijak pada akar tradisi melalui sajian gending-gending klasik yang diwariskan secara turun-temurun.

Sajian diawali dengan Tabuh Petegak Ki Layu Menedeng, dilanjutkan dengan Tabuh Pengiring Joged Sekar Jepun, Joged Kembang Sari, Joged Tadah Asih, Joged Paksi Ngelayang, dan ditutup dengan Tabuh Sarwa Anut yang meninggalkan kesan layaknya dengung kumbang yang perlahan menjauh, namun tetap membekas dalam ingatan penonton.

Karakter khas Joged Tegaltamu juga dihadirkan melalui gerak Ngumbang Ngampid Balang yang terinspirasi dari kepakan sayap belalang yang ringan, lincah, anggun, sekaligus atraktif.

Karakter gerak ini menjadi identitas yang membedakan Joged Tegaltamu dan diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari kekayaan tradisi lokal Banjar Tegaltamu.

Menariknya, meskipun bersanding dengan sajian-sajian yang menampilkan berbagai unsur kreasi dan inovasi kekinian, pementasan Joged Kumbang Dedari Tegaltamu tetap mampu menunjukkan daya tariknya.

Terutama melalui kekuatan tradisi, karakter yang kuat, serta metaksu yang lahir dari ketulusan dalam menjaga warisan leluhur.

Hal ini membuktikan bahwa seni tradisi yang dijaga dengan baik akan selalu memiliki ruang di hati masyarakat dan mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya.

Ketua Panitia, I Komang Manik Sumardika, S.E., menyampaikan bahwa keberhasilan pementasan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat Banjar Tegaltamu.

“Pementasan ini bukan hanya tentang tampil di panggung PKB sebagai Duta Kabupaten Gianyar.

Lebih dari itu, ini adalah bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah mewariskan seni Joged Tegaltamu kepada kami. 

Kami berupaya menjaga, merawat, dan meneruskan warisan tersebut agar tetap hidup dan dicintai oleh generasi masa kini maupun generasi yang akan datang,” ujarnya.

Keberhasilan pementasan ini tidak terlepas dari dukungan para penari, penabuh, tim kreatif, panitia, tokoh masyarakat, sponsor, donatur, serta seluruh masyarakat Banjar Tegaltamu.

Di mana telah berkontribusi melalui tenaga, pikiran, materi, dan doa selama proses persiapan yang berlangsung lebih dari enam bulan.

Melalui pementasan ini, Sekehe Joged Kumbang Dedari Banjar Tegaltamu berharap semangat pelestarian seni budaya Bali dapat terus tumbuh dan berkembang. 

Serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai, menjaga, dan melanjutkan warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

“Menjaga tradisi bukan berarti tertinggal oleh zaman. Justru dengan memahami akar budaya, kita memiliki pijakan yang kuat untuk melangkah ke masa depan," tandas I Komang Manik Sumardika.

Editor : Rosihan Anwar
#pkb 2026 #Sekehe Joged Kumbang Dedari Banjar Tegaltamu Desa Batubulan