Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Diduga Putus Cinta, Ini Kronologis Remaja Kintamani Lompat ke Jurang..

Donny Tabelak • Senin, 5 Agustus 2019 | 03:15 WIB
diduga-putus-cinta-ini-kronologis-remaja-kintamani-lompat-ke-jurang
diduga-putus-cinta-ini-kronologis-remaja-kintamani-lompat-ke-jurang

DENPASAR - Alasan karena putus cinta diduga menjadi alasan kuat remaja putri asal Kintamani, Bangli, berinisial Ni Putu D, 19, nekat bunuh diri dengan


cara melompat ke dalam jurang sedalam kurang lebih 10 meter (versi SAR 100 meter) di Tukad Ngongkong, Petang, Badung, Minggu (4/8).


Beruntung nyawanya terselamatkan dan hanya mengalami lemas dan luka-luka setelah berhasil dievakuasi oleh tim SAR Minggu siang sekitar pukul 12.30. 


"Dugaan sementaranya demikian (putus cinta). Tapi, masih diselidiki," terang Kapolres Badung AKBP Yudith Satria Hananta.


Menurutnya, kasus yang melibatkan remaja asal Banjar Satra, Kintamani, Bangli ini bermula pada Sabtu (3/8).


Saat itu sekitar pukul 17.09, korban menghubungi mantan pacarnya bernama I Putu Candra Kusuma asal Banjar Tohjiwa, Baturiti, Tabanan lewat aplikasi chat.


Intinya dalam percakapan itu korban meminta sang mantan pacar untuk menjaga atau menengok orang tua korban, karena saat itu korban akan bunuh diri.


Sekitar pukul 20.00 Sabtu kemarin, korban sempat mengirim foto menunjukan dirinya sedang berada di jembatan Tukad Ngongkong Banjar Sandakan, Petang, Badung.


Minggu (4/8), sekitar Pukul 02.00 karena khawatir, ayah dari mantan pacar korban langsung mengecek langsung ke jembatan tersebut setelah diberitahu oleh sang anak.


Di lokasi tersebut, saksi hanya menemukan sepeda motor korban  scopy Warna silver Dk 4281 PT. 


"Sepeda motor tersebut dalam keadaan terkunci dan sebuah HP Merk Vivo bersama obat nyamuk merk Hit dalam keadaan utuh. Namun, saksi tidak menemukan korban," terang AKBP Yudith.


Minggu (4/8) pukul 09.00, saksi akhirnya melihat korban dari atas kejauhan sedang tergeletak di dasar jurang. Melihat hal itu, dia lantas melapor ke pihak berwajib.


"Sekitar pukul 12.30 korban berhasil dievakuasi oleh tim gabungan Damkar, SAR, Polsek Petang dan BPBD, namun korban dalam keadaan kritis dan selanjutnya dilakukan penanganan


oleh Puskesmas Petang yang rencananya akan dirujuk ke RS Mangusada Badung," tandas perwira dengan melati dua di pundak ini. 

Editor : Donny Tabelak
#polres badung