Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

JRX Mau Dibungkam? Gendo: Harusnya Diklarifikasi, Pidana Jalur Akhir

Donny Tabelak • Rabu, 5 Agustus 2020 | 13:15 WIB
jrx-mau-dibungkam-gendo-harusnya-diklarifikasi-pidana-jalur-akhir
jrx-mau-dibungkam-gendo-harusnya-diklarifikasi-pidana-jalur-akhir

DENPASAR – Drummer Superman Is Dead (SID) Gde Ari Astina alias JRX SID dilaporkan ke Polda Bali oleh pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali.


Ada indikasi JRX SID mau dibungkam agar tidak kembali bersuara lantang. JRX SID sendiri sampai saat ini masih sebatas saksi. Lalu, mengapa JRX dilaporkan ke polisi?


Kuasa hukum JRX SID, Wayan Gendo Suardana menegaskan, apa yang disampaikan JRX di media sosial bukan sebuah kritik.


Merunut ke belakang, kritik JRX yang melihat peristiwa dan dilangsir oleh berbagai media tentang seorang ibu yang melahirkan dan kemudian ada korban jiwa.


Hal ini karena ada penggunaan rapid test yang menjadi syarat layanan di rumah sakit. “Kondisi itu menyayat hati seorang JRX. Dalam konteks itu, JRX melihat layanan rumah sakit


tak semestinya menggunakan rapid test karena sudah ada edaran, namun prakteknya terjadi dan bahkan ada korban dan korbannya adalah rakyat," ujar Gendo Suardana.


Hal inilah kemudian dipertanyakan kepada rumah sakit, terutama kepada IDI. Karena IDI merupakan organisasi yang memiliki visi kemanusiaan lantaran terdiri dari dokter sebagai anggota dan rata-rata praktek di rumah sakit.


"Mengapa IDI seperti diam (melihat kasus kematian akibat rapid test saat melahirkan)? Itu dipertanyakan oleh JRX.


JRX akan terus mempertanyakan ini sampai ada penjelasan dan IDI tak memberikan penjelasan, IDI juga diajak debat terbuka oleh JRX," paparnya.


Bagaimana itu bisa dikatakan sebuah kritikan? "Pertama itu sebuah kritikan, karena kalau bukan, JRX tidak akan mention akunnya IDI yang resmi.


Itulah kritik, bukan upaya pencemaran nama baik, apalagi menyebar kebencian kepada IDI sebagai golongan," jawabnya.


Untuk itu, Gendo menyarankan bila ada sebuah kritikan, seharusnya ditanggapi dengan klarifikasi. Kalau perbedaan persepsi maka adu diruang publik (diskusi).


"Tapi, itu tidak terjadi (klarifikasi dan diskusi) dan kemudian IDI memilih melapor polisi. Dalam hukum ada yang namanya asas ultimum remedium,


dimana jalur pidana adalah pilihan terakhir. Ya kalau begini, tedensinya JRX mau dibungkam," pungkasnya. 

Editor : Donny Tabelak
#idi bali #jrx sid #polda bali #gendo suardana