SINGARAJA–Insiden bentrok antara personel TNI Angkatan Darat (AD) dengan warga Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, saat pelaksanaan swab acak berlanjut.
Setelah batal melakukan kesepakatan damai, warga Desa Sidatapa akhirnya mengadukan Komandan Kodim 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) IX/Udayana.
Laporan itu dilayangkan warga pada Jumat (27/8) lalu. Selain Dandim, ada beberapa orang personel TNI Angkatan Darat (AD) lainnya yang juga ikut diadukan.
Kepastian pengaduan itu disampaikan tokoh masyarakat Desa Sidatapa, I Wayan Arta.
Saat dikonfirmasi, Arta mengatakan laporan itu sudah dilayangkan pada Jumat siang lalu.
Menurut Arta, laporan itu dilayangkan semata-mata karena upaya damai antara pihak TNI dengan warga urung terlaksana.
Arta mengungkapkan, warga sebenarnya sudah menanti kesepakatan damai. Salah satu poin kesepakatan damai, yakni laporan di pihak kepolisian juga dicabut.
Bahkan, imbuhnya, beberapa hari berselang, kesepakatan damai justru tak juga ditandatangani.
“Ya kami harus mengimbangi laporan itu. Terpaksa kami melapor juga seputar kejadian itu. Yang dilaporkan TNI yang ada di sana. Yang jelas baju loreng,” kata Arta.
Sementara terkait pelaporan, hal serupa diungkapkan kuasa hukum warga, Gede Pasek Suardika.
Pasek mengungkapkan laporan itu dilayangkan karena kesepakatan damai urung tercapai.
Tadinya kata Pasek, kesepakatan telah dicapai secara lisan. Salah satu poin kesepakatan itu ialah Dandim mencabut laporan yang telah ia layangkan pada pihak kepolisian.
“Tapi karena kesepakatan itu tidak jalan, tentu untuk menghormati proses hukum yang diinginkan, kami melapor ke Denpom. Laporan sudah kami sampaikan, kami hormati proses yang berjalan di sana. Yang dilaporkan di sana Dandim dan anggotanya, karena itu satu kesatuan,” tandas Pasek.
Editor : Didik Dwi Pratono