SINGARAJA-Usai memeriksa lima warga Sidatapa, polisi berencana memeriksa para pihak lain terkait ricuh alias bentrok yang terjadi di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng saat pelaksanaan swab massal acak beberapa waktu lalu.
Rencana polisi memanggil dan memeriksa pihak lain, itu sebagaimana disampaikan Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto, Senin (30/8) kemarin.
Saat dikonfirmasi, AKBP Andrian mengatakan jika saat pemeriksaan, para saksi dari warga Sidatapa sangat kooperatif.
Selanjutnya, meski telah meminta dan memeriksa lima warga Sidatapa, polisi menyatakan masih akan mendalami keterangan dari saksi-saksi.
Rencananya polisi akan memeriksa sejumlah pihak lain untuk mendapatkan konstruksi yang lebih jelas terkait kasus bentrok tersebut.
“Kami masih perlu keterangan dari pihak lain. Seperti tokoh masyarakat dan instansi lain yang juga ada dalam kegiatan tersebut. Kami masih cross check lagi kronologi yang terjadi. Proses penyelidikan masih tetap berjalan,” tegas Andrian.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, TNI dan warga Desa Sidatapa sempat terlibat kericuhan. Versi TNI, keributan bermula saat dilakukan swab massal.
Singkat cerita sempat terjadi selisih paham antara warga dengan personel TNI yang melakukan swab masal. Belakangan seorang pemuda diduga memukul Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Windra Lisrianto. Aksi itu memicu reaksi para prajurit dengan cara mengejar orang yang diduga memukul dandim.
Sementara versi warga, peristiwa berawal dari swab masal di pelataran Pura Desa Sidatapa yangterkesan dipaksakan.
Belakangan datang dua orang pemuda yang baru kembali dari kebun. Mereka dipaksa mengikuti swab. Karena takut, kedua pemuda itu kabur.
Akhirnya terjadi aksi saling tarik, hingga sempat terjadi insiden. Kemudian muncul paman dari kedua pemuda itu berusaha melerai.
Peristiwa itu memicu emosi prajurit TNI, hingga terjadi aksi pemukulan.
Editor : Didik Dwi Pratono