Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Marak Bayi Dibuang, Proses Adopsi Bayi Bisa Langsung di Dinsos Bali

Yoyo Raharyo • Rabu, 30 Maret 2022 | 12:15 WIB
marak-bayi-dibuang-proses-adopsi-bayi-bisa-langsung-di-dinsos-bali
marak-bayi-dibuang-proses-adopsi-bayi-bisa-langsung-di-dinsos-bali

MANGUPURA – Pembuangan bayi kerap terjadi di Bali. Bahkan, saking maraknya, banyak pula pasangan suami istri yang berniat untuk mengadopsi. Dinas Sosial Badung pun mengarahkan bila ada yang mau mengadopsi bayi yang dibuang bisa langsung di Dinas Sosial (Dinsos) Bali.


 


Kasus pembuangan bayi yang baru terjadi adalah di Jalan Tibung Sari, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, Senin (28/3). Kejadian pembuangan bayi laki-laki tersebut sudah ditangani oleh kepolisian dan juga bayi sudah dilakukan perawatan.


 


Begitu juga Dinas Sosial Badung juga sudah turun ke lapangan untuk melakukan pendataan. Ketika terjadi pembuangan bayi, setelah bayi dirawat dan dinyatakan sehat nantinya langsung diserahkan ke Dinas Sosial Provinsi Bali. Sebab, untuk adopsi bayi melalui Dinsos Bali.


 


Kepala Dinas Sosial Badung Ketut Suardana tak menampik beberapa kali terjadi pembuangan bayi di Kabupaten Badung. Pada tahun 2021 ada dua bayi yang ditemukan dan dirawat sebelum akhirnya diserahkan ke Dinsos Bali.


 


Kemudian di tahun 2022, kembali ada penemuan bayi di Jalan Tibung Sari, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, Senin lalu.


 


“Kalau memang ditemukan tanpa ada yang memiliki anak itu akan menjadi anak negara. Nantinya Dinas Sosial Provinsi yang akan merawat seterusnya,” ujar Sudarsana saat dikonfirmasi Selasa (29/3).


 


Kata dia, bayi  yang ditemukan di Jalan Tibung Sari, Kwanji, Dalung, Kuta Utara, merupakan bayi laki-laki. Kondisinya sehat dari berat badan dan panjang tubuhnya.


 


Setelah menemukan bayi terlantar, bayi itu langsung mendapatkan perawatan dari yayasan yang ditunjuk oleh Dinsos Bali. Kemudian biaya perawatannya juga dari Dinsos Bali.


 


Sementara untuk bayi yang ditemukan di Jalan Tibung Sari saat ini masih dalam perawatan tim dari Dinsos Badung. 


 


“Untuk kasus di Perumahan Tibung Sari, Dalung, tim kami sudah turun untuk melakukan pendataan, dan saat ini masih dalam perawatan tim kami. Kemudian sore ini (kemarin) akan diserahkan kepada Dinsos Bali,” terangnya.


 


 


Ketika bayi sudah dilakukan perawatan dan layak untuk diadopsi. Kemudian bagi masyarakat yang ingin menjadi  orang tua asuh dapat langsung mengajukan diri.


 


“Nantinya akan diadakan seleksi bagi calon orang tua asuh. Tim penyeleksi ini berasal dari lintas sektor, mulai dari Dinas Sosial Provinsi hingga LSM,” bebernya.


 


Namun pengajuan untuk adopsi tersebut  ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Sayangnya Sudarsana tidak mengungkapkan apa saja persyaratan yang harus dipenuhi. Namun proses pengajuan sebagai orang tua asuh juga berlangsung lama.


 


“Prosesnya memang mencapai 6 bulanan, karena harus dipastikan kondisi dari bayi tersebut benar-benar sehat dan sudah siap diadopsi. Untuk persyaratannya banyak, ditangani oleh provinsi, dan kami memfasilitasi formulir pengajuannya,” pungkasnya.

Editor : Yoyo Raharyo
#dinas sosial bali #bali #bayi dibuang