Pelaku penipuan berkedok mendapat kesempatan untuk unjuk gigi mempromosikan produk-produk tanah air ke kancah internasional yakni di Shanghai, Tiongkok dan Istanbul, Turki. Sayangnya, hingga Minggu kemarin (4/12), ada kurang lebih 15 orang dari berbagai provinsi tidak diberangkatkan ke luar negeri.
Beberapa pelaku usaha UMKM ditemui yang ditemui di Kuta, Badung, mengaku nasib mereka terkatung-katung seminggu lamanya di Bali akibat ulah dua wanita berinisial Ir. LW, MM,Mss dan DR. IH. "Awalnya kami dihubungi oleh keduanya, dan mengatakan bahwa kami diberikan kesempatan untuk program Go UMKM Go Global. Lalu diundang masuk dalam grup WA Turkish Cofee Event," papar salah satu korban sapaan Putri.
Di dalam grup ini, mereka diberitahukan terkait, segala persiapan, baik perkas, paspor, hingga produk-produk yang wajib di bawa untuk unjuk gigi mempromosikan produk-produk unggulan Tanah Air di dua negara, Tiongkok dan Turki.
Alasannya karena saat perhelatan KTT G20 tidak sempat menampilkan beragam hasil produk UMKM.
"Sebenarnya ini kelanjutannya, karena batal diselenggarakan oleh pemerintah saat KTT G20," tukasnya.
Dalil kedua wanita ini bahwa, Indonesia dituntut oleh 200 negara yang telah memberi sponsor. Yang kemudian inilah bentuk realisasi karena pihak sponsor meminta agar harus dilakukan.
"Kata mereka, pameran UMKM di Turki dan Tiongkok harus dilakukan. Karena dua negara itu sudah menggelontorkan uang banyak di KTT G20," rayunya, mengutip pernyataan dua wanita itu.
Ditambahkan, karena dituntut Turki dan Tiongkok, Presiden RI Jokowi Widodo kemudian perintahkan agar 10 UMKM harus berangkat ke Turki dan Tiongkok.
"Katanya ini demi menjalankan misi khusus Indonesia di luar negeri," katanya sembari disampaikan bahwa even ini sebenarnya dipimpin oleh pihak Departemen Luar Negeri, tapi diambil alih Puan Maharani. "Karena mencatut nama-nama ini, kami percaya, walaupun legalitas kegiatan ini, juga tikar pesawat tidak bisa ditunjukan oleh dia wanita itu," ucapnya.
Dan katanya Puan Maharani sementara menengok ibunya Megawati Soekarno Putri yang sedang sakit dan berada di Bali. Setelah itu, rombongan ini akan berangkat ke Turki dan Tiongkok dipimpin atau ditemani langsung oleh Puan Maharani."Kami datang ke Bali mengunakan biaya pribadi.
Lalu tiket dan visa? Ditanggung dan diurus Deplu, Kemenpar dan kemendag. Jadwal penerbangan, beberapa hari lalu, namun sampai tengah malam, tak ada kabar sehingga kami balik ke hotel," jelasnya .
Dikatakan, ini merupakan praktik penipuan. "Salah satu dari kami, ketiduran uang hampir Rp 20 juta diminta oleh mereka berdua. Besok (hari ini) kami melaporkan masalah ini ke Polda Bali," sebut wanita ini.
Menurutnya Ir. LW, MM,Mss dan DR. IH karena sebagai korban mereka sudah menggunakan banyak uang pribadi selama seminggu di Bali, menunggu kedatangan dua pimpinan rombongan yang tak kunjung nongol. "Kita akan laporkan ke Polda Bali besok pagi (hari ini, Senin 5 Desember 2022)," pungkas wanita asal Jawa Tengah ini. Terkait dengan kejadian ini, calon telapor sempat dihubungi via telepon dan pesan WA namun tidak merespons. (andre sulla/radar bali) Editor : Hari Puspita