Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Residivis Korupsi, tapi Pendukung Mantan Wali Kota Blitar Ternyata Masih Banyak

Hari Puspita • Sabtu, 28 Januari 2023 | 21:07 WIB
DARI PENJARA KE PENJARA : M. Samanhudi Anwar memakai rompi tahanan setelah ditangkap dalam kasus korupsi. Kini dia mendekam di bui lagi. (foto: jawapos.com)
DARI PENJARA KE PENJARA : M. Samanhudi Anwar memakai rompi tahanan setelah ditangkap dalam kasus korupsi. Kini dia mendekam di bui lagi. (foto: jawapos.com)
Radar Bali.id- Sudah berstatus residivis kasus korupsi, tetapi pendukungnya tetap banyak. Seperti dilansir Jawa Pos Radar Blitar, M.Samanhudi Anwar,57, yang merupakan residivis korupsi proyek pembangunan gedung SMPN 3 Blitar ini ternyata tetap punya pendukung melimpah di Blitar. Maklum, dia mantan wali kota.

Samanhudi sempat berpindah-pindah lapas sejak mendapat vonis empat tahun penjara akibat uang suap commitment fee proyek gedung SMPN 3 Blitar. Dia sempat menjalani bui di lapas Medaeng, Lapas Blitar dan Lapas Sragen, Jateng.

Pada Oktober 2022, setelah pulang dari menjalani massa hukuman, sebelum kejadian perampokan, para pendukungnya di Blitar  ternyata tetap setia. Kepulangan Samanhudi di Kota Blitar pun langsung disambut gembira oleh ribuan pendukung dan simpatisan, selain tentunya keluarga besar.

Markas Kawula Alit yang berada di Jalan Kelud, Blitar, yang  dijadikan tempat syukuran. Kepada awak media waktu itu, dia sempat mengungkap akan melakukan balas dendam.

Tapi, dia tak menyebutkan secara jelas balas dendam seperti apa yang dimaksud pria 65 tahun itu sekeluar dari penjara karena kasus korupsi dana proyek pembangunan SMPN 3 Blitar.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 12 Desember 2022, terjadi perampokan di rumdin Wali Kota Blitar, Santoso. Lima pelaku beraksi dengan terlebih dulu melumpuhkan tiga petugas banpol yang berjaga serta menyekap Santoso dan istri.

Aksi berjalan lancar. Para pelaku menggondol uang ratusan juta serta sejumlah perhiasan emas. Sebelum meninggalkan rumdin, pelaku membawa dekoder kamera CCTV rumdin. Tujuannya menghilangkan jejak aksi perampokan tersebut.

Disinggung mengenai adanya motif politik maupun balas dendam di balik kasus perampokan tersebut, Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono mengatakan, dugaan tersebut saat ini dikembangkan penyidik Polda Jatim. ”Nanti kita lihat apakah dugaan itu bisa dibuktikan tim penyidik. Mudah-mudahan fakta-fakta yang ditemukan penyidik bisa membantu mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik perampokan rumdin itu,” ungkapnya.

Pada Pemilihan Wali Kota Blitar 2020, Santoso yang berpasangan dengan Tjutjuk Sunario mengalahkan pasangan Henry Pradipta Anwar-Yasin Hermanto. Henry merupakan putra Samanhudi dan hanya ada dua pasangan pada pilwali tersebut.

Sementara itu, pantauan di rumdin wali kota Blitar (27/1/2023), situasi tampak sepi. Pintu gerbang utama ditutup rapat. Tiga personel satpol PP terlihat berjaga di dekat pintu gerbang.

Dari kejauhan tampak mobil dinas wali kota terparkir di sisi barat rumdin. Hingga kemarin, Wali Kota Blitar Santoso belum bisa dikonfirmasi seputar pasca penangkapan Samanhudi. ”Mohon maaf, sementara tidak menerima media dulu, Mas,” jawab ajudan melalui pesan WA nomor ajudan.

Sebelumnya, kepada Jawa Pos Radar Blitar, Santoso berharap kejadian yang menimpanya segera diungkap kepolisian. ”Saya berharap polisi segera menangkap pelakunya dan mengungkap seterang-terangnya siapa dalang di balik perampokan ini,” harapnya. [JPG/jawapos.com]

  Editor : Hari Puspita
#samanhudi residivis kasus korupsi #Perampokan Wali Kota Blitar #mantan wali kota blitar #samanhudi mantan wali kota blitar