Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Istri Scott, Berharap Bos Cafe Dihukum Setimpal Perbuatan: Pidana Mati!

M.Ridwan • Sabtu, 25 Februari 2023 | 05:21 WIB
SAAT CERIA: Troy Johnston Mccallum Scott, 49, foto bersama Istri Ni Nyoman Purnianti, 30, dan anaknya.
SAAT CERIA: Troy Johnston Mccallum Scott, 49, foto bersama Istri Ni Nyoman Purnianti, 30, dan anaknya.
MANGUPURA,radarbali.id - Ni Nyoman Purnianti, 30, merupakan istri WNA Australia Troy Johnston Mccallum Scott, 40, yang tewas dibunuh, angkat bicara. Dengan nada sedih dan shock, dirinya berharap Bos Uncle Benz Cafe I Gede Wijaya, 39, setimpal perbuatannya.

Pembunuhan di Warung Uncle Benz, Jalan Pantai Balangan Nomor 16, Jimbaran, Kuta Selatan (Kutsel), Badung, pada Kamis (23/2), membuat Ni Nyoman Purnianti terpukul dan masih merasa tak percaya jika sang suami dikatakan berbuat onar saat mabuk. Dan dirinya begitu tahu terkait sosok sang suami. "Selama hampir tiga tahun menikah dengan Troy, maupun dari penuturan teman-temannya, suami saya walaupun mabuk, tapi tidak pernah berbuat onar," tutur, kepada Jawa Pos Radar Bali via telepon,  Jumat (24/2/2023).

Karena itu, Purnianti, meragukan pernyataan wijaya kepada penyidik. Sebab, pria bertato tersebut diketahui royal dan mudah bergaul dengan orang baru. Sampai-sampai, wanita ini harus mengingatkan korban agar tidak terlalu percaya dengan seseorang apalagi yang baru dikenal. "Dia baik sama orang lain, suka humor cepat nyambung dan sering merangkul orang di bagian leher dan bahu," kisahnya.

Sejak menikah dan dikaruniai seorang anak, Scott tidak pernah ada masalah dengan orang baru atau orang lama karena dia orangnya santai. "Bahkan dengan pelaku ini, suami saya pun bilang percaya sama pelaku. Pernyataan ini disampaikan saya kepadanya bahwa awas dijahati," ujarnya.

Bahkan, wanita asal Lombok NTB ini juga mengaku, suami yang berkecimpung di dunia pertambangan di Aussie ini tak pernah punya masalah bahkan ketika mabuk. Dia suka duduk sambil ngobrol bersama orang, dan tiba-tiba membelikan minuman. Tapi dia tak senang dengan yang namanya ke klub malam.

Separah-parahnya mabuk kata dia, dia selalu ingat pulang ke rumah. Paling apes, hanya kehilangan handphone, tak ada terlibat kekerasan.  Maka dari itu, wanita ini meragukan kronologi berdasar pengakuan tersangka pembunuhan I Gede Wijaya yang menyebut Troy mabuk tak terkontrol dan memukul lebih dahulu.

Yang bersangkutan mengaku tidak tidak setuju dengan keterangan pelaku pelaku. Bahwa sempat dipukul pinggangnya, digigit sama sang suami dan hal lainnya, kejadian ini yang bicara kan hanya pelaku, sedangkan suami saya sudah meninggal, jadi belum tahu pastinya. "Aku pun bisa mengaku apapun itu kalau jadi pelaku," tambah wanita yang sudah lama ikut suami tinggal di Australia ini. Purnianti sudah mendatangi Polsek Kutsel untuk meminta petunjuk, terkait bagaimana proses hukum kasus yang merenggut nyawa sang suami.

Dia meminta agar tersangka divisum juga, jika benar Wijaya dipukul atau digigit. Seharusnya kata dia,  ada bekas seperti memar dan lainnya sehingga, pengakuannya tidak mengada-ada. Kalaupun suaminya benar-benar memukul, pasti ada alasan yang mendasari.

Kata dia,  Wijaya tidak seharusnya membunuh orang. Selain itu, setelah menghajar korban, sangat disayangkan pemilik cafe juga menelantarkan bule tersebut di depan warungnya. "Dengan enaknya Wijaya pulang tidur tanpa peduli untuk memanggil pertolongan," sebutnya.

Bahkan, dirinya sempat panggil-panggil di rumah pemilik cafe, tapi sama sekali tidak direspons. "Berarti dia tahu suami saya kenapa-napa, tapi tidak ada dipanggilkan pertolongan, suami saya bukan anjing dia manusia," kisahnya, dengan nada emosi.

Karena itu, dia menuntut, jika memang Wijaya menghilangkan nyawa suaminya, sekaligus ayah dari anaknya, wijawa harus mendapatkan hukuman setimpal. "Karena masalah sepele, saya berharap agar hukuman terhadap tersangka setimpal, yakni juga dihukum mati," lagi kilahnya.

Lebih lanjut, Purnianti menuturkan alasan Scott ke Bali untuk berlibur sekaligus menjemput dirinya dan sang anak untuk nantinya pasangan yang bertemu di Negeri Kangguru ini bisa pulang bersama.

Sebab, wanita itu sudah lebih dulu di Bali selama satu setengah bulan. Sementara Secott baru bisa  datang ke Pulau Dewata yakni sejak 20 Februari sampai harus check out 28 Februari 2023. Namun lantaran adanya tragedi mengerikan ini, maka Purnianti terpaksa menunda rencana tersebut sambil menunggu jenazah Troy dapat dipulangkan ke Australia.

Dirinya masih berusaha koordinasi dengan Polisi dan RS, untuk mengurusi jenazah suami. Berharap, minggun depan ini jenazah sang suami bisa dipulangkan ke Australia. "Aku juga gak mau suamiku sudah terlalu lama di sini, dan keluarga serta sahabatnya sudah menunggu," ucapnya.

Disinggung mengenai respons orang tua korban terkait kejadian ini, Purnianti mengatakan, baik ayah dan ibu Scott merasa terpukul. Terutama sang ayah, karena sejak kecil, sang suami lebih dekat

dengan ayahnya. Awalnya telepon ibunya dipikir emergency biasa dikira gak meninggal. "Saya pun jujur, kasi tahu kedua mertua saya bahwa suami meninggal, yang paling merasa sakit itu ayahnya," tutupnya. (dre/rid) Editor : M.Ridwan
#WNA Australia #pembunuhan di warung uncle benz #Troy Johnston Mccallum Scott #istri scott #Ni Nyoman Purnianti