Kepada Jawa Pos Radar Bali, Putu EI didampingi kuasa hukumnya Siti Sapurah yang berkantor Hukum di Jalan Pulau Buton No.14, Dauh Puri Klod, mengatakan sangat kecewa. Karena dilepas oleh penyidik Satuan Reskrim Polresta Denpasar, dia menjadi semakin shock, karena selama ini ia trauma dengan tingkah laku prematur mantannya itu.
"Terus terang, penodongan itu bukan baru pertama kali. Saya sudah sering ditodong dan diancam, pernah dipukul juga. Kali ini habis sudah kesabaran saya," ucapnya dengan nada sedih, saat dijumpai di Denpasar, Jumat (2/6).
Selain itu sang Advokat dan Mediator yakni Siti Sapurah, meminta bahwa Polisi jangan menganggap itu pistol mainan. "Dari foto ini, saya yakin ini pistol asli. Karena dibilang polisi bahwa itu pistol mainan, jangan sampai polisi ditipu," katanya, mengingatkan.
Wanita sapaan Ipung ini mengatakan, jangan sampai setelah ada korban jiwa baru diketahui bahwa yang bersangkutan memiliki pistol bukan mainan.
Dikatakan, terkait pernyataan polisi bahwa itu pistol mainan, sebagai pengacara sudah menginformasikan bukti foto yang dimaksud diduga senjata api itu. "Saya sudah kirim foto ke Polisi. Sekarang tugas polisi selidiki senjata yang sama dengan foto ini. Ini klien saya yang foto. Dia foto sebelum melapor," ingat aktitivis perlindungan Anak dan Perempuan, ini.
Ipung mengatakan, tidak ada penjahat yang jujur. Jikalau semua penjahat jujur, lapas penuh. Tidak perlu lagi ada Polisi, Pengacara dan Pengadilan. "Jangan sampai polisi menerima pembenaran dari seorang penjahat. Silahkan kawan-kawan penyidik mencari tahu kebenaran pistol itu," tegasnya.
Dikatakan, intinya visum sudah jelas ada penganiayaan. Pun secara psikis kliennya mengalami trauma. Belakangan kliennya diberi pendampingan karena depresi berat. Ipung berharap Polisi melindungi masyarakat sebelum menjadi fatal. "Kalau sudah mati, baru mau bergerak. Kan aneh," tutup Ipung.
Sementara itu, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi mengatakan, masalah tersebut masih ditindak lanjuti oleh Satuan Reskrim. "Penyelidikan masih berlangsung dan keterangannya terus didalami. Orangnya wajib lapor," ujarnya.
Seperti berita sebelumnya, wanita cantik berstatus Pegawai Negeri Sipil di Denpasar berinisial Putu EI, tega ditodong oleh mantan kekasihnya sendiri Kedek SU. Tak hanya ditodong, wanita sal Gianyar ini dianiaya hingga babak belur. Kejadian ini dilaporkan ke Mapolresta Denpasar, Rabu 31 Mei 2023 sekitar pukul 15.00.
Setelah menerima laporan sertai bukti visum et repertum, juga keterangan korban saat itu, tim Resmob Polresta Denpasar langsung melakukan penyelidikan. Akhirnya diketahui bahwa yang bersangkutan berada di kampung halamannya, yakni di Bulelang. Lalu digiring ke Mapolresta untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Motififnya diduga cemburi buta. Korban yang berstatus PNS itu merupakan mantan pacar dari guru honorer ini. Diuraikan, penodongan dan penganiayaan sejak Sabtu 27 Mei 2023. Mobil yang dikemudikanya dihadang ketika melintas, Jalan Raya Pelabuhan Benoa (Selatan Klenteng), Denpasar, menggunakan sepeda motor dikendarai Kadek Su, sekitar pukul 15.00.
Setelah menancap rem, Putu EI, PNS beralamat di kawasan Denpasar Utara, asal Giayar, disamperin. Lalu honorer itu mengetuk jendela mobil. Setelah jendela kaca dibuka, pria asal Buleleng ini langsung memarahi, bahkan mengancam dan menodongka senjata ke wajah wanita tersebut.
Karena ketakutan dia mengikuti arahan mantan kekasihnya untuk membuka pintu penumpang yang saat itu terkuci. Terlapor berupaya masuk dan duduk di kursi penumpang, tepat bagian belakang pengemudi. Saat itu senjata apinya itu terus ditodong ke arah samping kepala wanita ini. Kepada sang PNS, pria Honorer ini mengaku tidak mau melihat dan mendengar soal ada pria lain dalam kehidupan wanita tersebut.
Selanjutnya dia melakukan penganiayaan. Akibat aksi brutal itu pelapor mengalami luka memar pada lengan bagian kiri, luka memar pada pergelangan tangan kiri, dan memar pada leher kiri. Dia terancam dikenakan pasal 351 KUHP Dan UU Darurat pasal 1 ayat 1. Terkait dengan ini, AKP Losa Lusiano Araujo Kasat Reskrim Polresta Denpasar sebut Bb sudah kami amankan tapi pistolnya mainan. (dre/rid) Editor : M.Ridwan