Radar Bali.id- Pelaku mutilasi kejam akhirnya terungkap.Identitasnya terkuak setelah penangkapan oleh polisi.
Terungkap sudah nama asli pelaku mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian. Pelaku itu diketahui bernama asli Waliyin. Berdasarkan KTP, dia tercatat sebagai warga Magelang, Jateng.
Seperti diberitakan PojokSatu (Jawa Pos Group), Waliyin diketahui menempati sebuah tempat kos di Dusun Krapyak RT 04, Kecamatan Triharjo, Sleman. Waliyin Nama asli pelaku mutilasi Redho Tri Agustian itu diungkap oleh Ketua RT setempat, Ngatijo.
Ngajito mengungkap, berdasarkan informasi dan sepengetahuan para tetangga, Waliyin selama ini diketahui merupakan seorang karyawan. Berdasarkan keterangan pemilik tempat kos tersebut, pelaku mutilasi Sleman itu sudah tinggal sejak sekitar setahun lalu.
Akan tetapi, sejak nge-kos hingga ditangkap kemarin, Waliyin sama sekali belum pernah melapor atau menyerahkan identitasnya. "Dia (Waliyin) tidak laporan saya. Jadi, tidak tahu dan tidak punya data," ungkap Ngatijo kepada wartawan, Minggu (16/7/2023).
Disebutkan bahwa pria tersebut bekerja di sebuah restoran di Kaliurang. Karena itu, sosok tersebut juga sangat jarang dilihat oleh warga. Apalagi sosok Waliyin juga disebut warga dan para tetangga cukup tertutup.
"Kesibukannya kerja (karyawan) di kuliner (restoran). Berangkat pagim pulang malam," bebernya.
Bahkan sampai selama hampir setahun ini, Ngatijo mengaku sama sekali tidak pernah melihat atau bertemu langsung dengan Waliyin.
Meski begitu, warga dan para tetangga mengaku sama sekali tidak pernah mendapati hal yang mencurigakan selama Waliyin tinggal di kos tersebut.
Aktivitas pelaku mutilasi Sleman itu selama di dalam kamar kos-nya juga sama sekali tidak ada mencurigakan.
Selama ini, tetangga dan warga setempat juga sama sekali tidak pernah mendengar suara atau kegaduhan dari dalam kos Waliyin.
Fakta lain yang terungkap adalah bahwa pembunuhan dan mutilasi itu dilakukan pelaku di tempat kos. Tepatnya di sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Triharjo, Sleman.
Saat ini, tempat kos tersebut sudah dipasang garis polisi tepat di bagian depannya. Hanya saja tidak disebutkan bagaimana eksekusi itu dilakukan kedua pelaku terhadap korban.
Demikian juga proses dan urutan pembunuhan sadis yang dilakukan pelaku kepada Redho Tri Agustian. Akan tetapi Endriadi menyebut bahwa penyidik sudah melakukan penggeledahan dan pemeriksaan tempat kos dimaksud.
Dari tempat kos itu pula, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diyakini berkaitan denan pembunuhan dan mutilasi Sleman. Meski begitu, Endriadi juga tidak membeberkan secara detail barang bukti apa saja yang didapat dari TKP
UMY Akui Ada Mahasiswa Hilang
Pihak Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memastikan korban mutilasi di Turi, Sleman, merupakan mahasiswa kampus tersebut. Dalam kesehariannya, korban disebut merupakan mahasiswa yang cukup aktif dalam berbagai kegiatan.
Dekan Fakultas Hukum UMY Iwan Satriawan SH MCL PhD membenarkan hal tersebut. Menurutnya, Redho Tri Agustian, 20, merupakan mahasiswa semester empat fakultas hukum. Korban diketahui juga merupakan mahasiswa yang cukup aktif dalam kegiatan kemahasiswaan.
Terkait dengan kasus yang menimpa mahasiswanya, Iwan mengaku, pihak kampus sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga korban. Ia pun menyatakan kalau pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian.
"Ya, betul (korban mahasiswa UMY). Kita sudah koordinasi dengan pihak keluarga, pagi tadi kita sudah berkomunikasi dengan tante-nya yang ada di Jogja. Kami juga serahkan kepada Polda DIY untuk untuk investigasi lebih lanjut," ujar Iwan kepada Radar Jogja, Minggu (16/7/2023).
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kepala Seksi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry mengatakan, pihaknya membenarkan bahwa ada laporan orang hilang atas nama Redho Tri Agustian, 20, warga Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, sejak Selasa (11/7/2023). Kerabat korban melaporkan kehilangan mahasiswa UMY tersebut ke Polsek Kasihan pada Kamis (13/7/2023).
Berdasar laporan tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi bahwa Redho Tri Agustian meninggalkan kosnya sekitar pukul 00.02. Saat itu korban pergi menggunakan pakaian sweater warna hijau dan celana pendek warna hitam. Serta tidak menggunakan sarana apapun atau hanya berjalan kaki.
"Memang betul ada pengaduan orang hilang atas nama R warga Pangkal Pinang pada Kamis (13/7/2023)," terang Jeffry. [JPG/jawapos/radarjogja]
Editor : Hari Puspita