DENPASAR, radarbali.id - Kasus pendeta aniaya sesama pendeta, dan wartawan ikut jadi korban, dengan TKP di kedai Kopi Veteran, Jalan Veteran Nomor. 4, Dangin Puri Kauh, Denpasar Utara Rabu 6 September 2023 sekitar pukul 18.30, terus bergulir. Terbaru, Penyidik Unit V Satuan Reserse Kriminal Polresta Denpasar Denpasar telah mengambil Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) Pendeta AN dan dan wartawan CW, Selasa 12 September 2023.
Ditemui usai di BAP, CW lelaki kelahiran Blitung ini mengatakan baru selesai dimintai keterangan oleh penyidik (BAP). Dikatakan, kurang lebih ada 10 pertanyaan dijawab enteng. Sebab pertanyaan itu seputar kronologis kejadian, dan katanya diingat betul pascaperistiwa itu. "Saya sudah selesai di BAP. Bahkan bukti baju pun sudah saya serahkan karena diminta penyidik," tegasnya ketika di temui di lingkungan Polresta Denpasar saat itu.
Disinggung terkait Pendeta AN, wartawan ini mengatakan, bahwa yang bersangkutan pun demikian, sementara di ruangan penyidik dan dimintai keterangan. Para korban berharap setelah di BAP, pihaknya akan langsung memanggil terlapor. Sebab ke duanya diperlakujan tidak manusiawi. "Akar permasalahan dalam kasus ini, diduga perselisihan di antara pihak MD GPdI yang tampaknya ingin menguasai dan mengambil alih Gedung Gereja GPdI Bethesda di Jalan Kresna 19, Denpasar," terangnya.
Ini bermula setelah Pendeta AO diketahui meninggal dunia sekitar bulan 13 Mei 2023. Posisi almarhum digantikan oleh istri, yakni Pendeta FNO. "Tentunya telah diangkat untuk menjabat sebagai gembala jemaat sebagai pengganti suaminya," jelasnya. Namun, pihak MD-GPdI Bali tidak sejalan dengan ketentuan, berdasarkan AD-ART GPdI tahun 2012.
Pihak MD-GPdI Bali sepertinya menolak melantik Ibu FNO sebagai gembala jemaat. "Aksi mereka tidak sesuai pada BAB VII pasal 14 poin AD-ART, tentunya tidak memperhatikan panggilan penggembalaan dan kondisi jemaat," tambahnya sembari mengatakan, pihak MD Bali lebih memilih untuk mengadakan Pleno tanpa melibatkan Gembala FNO dan jemaat.
Seperti diketahui, kasus ini lalu melibatkan dua korban, yakni seorang wartawan wartawan sekaligus pemimpin redaksi dari Pantekostapos inisial CW asal Tangerang dan Pendeta AN dari Sulteng. Selain itu, dalam malam kejadian, beberapa pemimpin gereja dari MD-GPdI Bali berada di sekitar lokasi GPdI Bethesda Kresna Denpasar, termasuk Ketua MD GPdI Bali, Pendeta HM.
Baca Juga: Mantap! Polri akan Miskinkan Para Bandar Narkoba
Langkah selanjutnya adalah melaporkan peristiwa ini ke Majelis Pimpinan Gereja Pantekosta di Indonesia (MP-GPdI), sambil terus berlanjutnya proses penyelidikan. Kasus ini masih dalam pengembangan lebih lanjut oleh polisi. "Kami akan melaporkan masalah ini ke Pusat," tutupnya. Sementara itu, Kepala Bidang Hungan Masyarakat membenarkan terkait adanya pemanggilan terhadap korban untuk di BAP ketika dikonfirmasi, Kamis (14/9). "Kasus ini masih berproses," singkat Jubir Polresta.***
Editor : M.Ridwan