Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Polda Bali Segera Gelar Perkara Lift Maut Ayuterra Resort, Polda Bali Segera Umumkan Tersangka?

Andre Sulla • Kamis, 21 September 2023 | 03:11 WIB

GELAR PERKARA: Kabid Humas Polda Bali  KombePol Jansen Aviatus Panjaitan menerangkan perkembangan kasus lift maut Ayuterra Resort Ubud Gianyar.
GELAR PERKARA: Kabid Humas Polda Bali KombePol Jansen Aviatus Panjaitan menerangkan perkembangan kasus lift maut Ayuterra Resort Ubud Gianyar.


DENPASAR,radarbali.id- Masyarakat tengah menanti perkembangan kasus lift terbuka atau gondola maut, Ayuterra Resort, Ubud, Gianyar. Terbaru, Polda Bali dan Polres Gianyar akan melakukan gelar perkara Jumat 22 September 2023 mendatang, untuk memastikan unsur pidana dan menetapkan tersangka diduga unsur kelalaian menyebabkan lima daily worker (DW) meninggal dunia. Kepastian ini disampaikan langsung Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombespol Jansen Avitus Panjaitan, Rabu (20/9).

Dijelaskan bahwa, dalam waktu dekat akan tertawa sudah tanda tanya Masyarakat soal masalah Lift Maut Ayuterra Resort. "Ditreskrimum Polda Bali bersama Polres Gianyar sejauh ini sudah memeriksa 30 saksi," ungkap Jansen.

Disebutkan,  30 orang itu adalah saksi-saksi yang mengetahui, termasuk pemilik tempat usaha tersebut, teknisi dan semua yang terkait, termasuk juga ahli dari Fakultas Teknik Universitas Udayana. Dijelaskan, Pihanya masih menunggu hasil final penelitian laboratorium forensik dari Mabes Polri terhadap bukti-bukti yang diperoleh.

"Laporannya masih berproses. Tentunya, akan memeriksa saksi dan juga bukti-bukti yang dimiliki oleh pelapor," tutupnya. Seperti berita sebelumnya, Kepala Kepolisian Resor (Polres) Gianyar AKBP I Ketut Widiada menyakiti dan telah memastikan bahwa akan ada tersangka
lift terbuka atau gondola maut, Ayuterra Resort, Ubud, Gianyar.

Saat ditemui di Mapolda Bali Jumat (8/9),
AKBP I Ketut Widiada memyatakan hasil analisa sementara, setelah melakukan pemeriksaan balasan saksi termasuk  kontraktor dan teknisi lift, diduga ada unsur kelalaian menyebabkan lima daily worker (DW) meninggal dunia. Dikatakan, entah ada unsur kesengajaan atau tidak, tetapi harus ada yang bertanggung jawab, karena menyangkut lima nyawa daily worker (DW). Semntara, diduga tersangka mengarah kepada pemilik resort, fendor, teknisi dan lain-lain, belum bisa dibeberkan.

Berdalih akan dilakukan gelar perkara. Dikatakan, Polres Giayar, Ditreskrimum Polda Bali dan Bid Labfor Polda Bali Cabang Denpasar baru memeriksa 11 saksi. Rata-rata karyawan Ayuterra Resort Ubud. Dan Rabu kemarin telah ditambah keterangan saksi Asli dari Fakultas Teknik Udaya  dan hari ini Jumat (7/9), ahli dari Dinas Tenaga Kerja Provensi Bali. Dan PT. Bali Aviantara ditunjuk untuk uji kelayakan nantinya.

Baca Juga: 5 Orang Tewas, Bos Ayuterra Resort Vincent Juwono dan Linggawati Utomo Diperiksa Lebih dari 11 Jam

Lalu terkait maintenance atau perawatan lift, pihaknya masih menuggu hasil uji dilakukan Bid Labfor. Jadi, dengan tiga tali sling, lift tersebut seharusnya mampu mengangkat beban mencapai 1,2 ton. Namun, para saksi menyebut pemilik resort meminta agar lift tersebut tidak menggunakan terlalu banyak tali sling. Akhirnya, teknisi pun memasang hanya satu tali sling sesuai permintaan pemilik resort. Adapun, kekuatan satu tali sling itu diklaim sudah setara dengan beban 1,8 ton.

Ukuran tali slim itu berbeda. Tiga tali yang digunakan awal ukurannya kecil-kecil. Kemudian diganti dengan satu tali. Walaupun hanya satu, tapi ukurannya lebih besar. Walaupun demikian pihaknya masih melakukan uji kelayakan. Pun memintai pendapat keterangan ahli, terkait apakah boleh atau tidak hanya menggunakan satu tali slim. Disinggung mengenai inisiatif mengganti satu tali slim itu? Kapolres menyatakan, kontraktor dan Teknisi menyampaikan ke penyidik, menurut aturan, jika tali menyusup  sudut 10 persen wajib diganti. Dan itupun sudah dilakukan.

Kemudian diganti dengan satu tali slim saja. Menyangkut Lift tersebut, ada dua teknisi. Baik dari internal Ayuterra dan ada teknisi dari luar yang sewaktu-waktu diminta untuk merawat. Pihak kontraktor dan teknisi lift di Ayuterra Resort menyebut pemilik resort meminta agar lift tersebut hanya menggunakan satu tali sling. Sehingga dipakai satu tali saja. Pun setifikasi akan dilakukan kroscek kepada kontraktor dan pihak teknisi.

Baca Juga: Polda Bali Tengah Selidiki Laporan Owner Ayuterra Resort yang Ngaku Ditipu Kontraktor

Kalau uji kelayakan sudah dilakukan pertama kali digunakan lift itu. Tapi para pihak pun wajib dan harus melaporan setiap saat ke Disnake. Namun terkait inisiatif satu tali, masih dilakukan pengembangan. Sampai saat ini mengatakan Sampai sejauh ini Owner belum memberitahu PT mana yang mendapatka tender proyek Lift Ayuterra. AKBP I Ketut Widiada kembali menegaskan, walaupun pihak kontraktor dan teknisi lift sudah akui bahwa penggantinya satu tali lift itu merupakan inisiatif pemilik resort.***

Editor : M.Ridwan
#tersangka #ayuterra resort #polres gianyar #tali sling #gelar perkara #polda bali #lift maut