Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perilaku Membandingkan

R
Penulis: Rosihan Anwar❯

 


Advertisement

Santy Sastra.
Santy Sastra.

 

Oleh: Santy Sastra

Advertisement

(Mindset Motivator & Hypnoterapist)

 

HAMPIR setiap orang pernah membandingkan diri dengan orang lain. Melihat teman sudah punya rumah. Melihat tetangga anaknya berprestasi. Melihat orang di media sosial hidupnya tampak sempurna.

Advertisement

Membandingkan memang wajar. Itu cara otak mengukur diri. Masalahnya muncul saat perbandingan itu membuat kita merasa kecil dan tidak berharga.

Perilaku membandingkan sering dimulai dari hal kecil. Satu foto di media sosial bisa membuat kita lupa dengan semua usaha yang sudah kita lakukan.

Yang berbahaya adalah kita membandingkan bagian terburuk dari diri kita dengan bagian terbaik dari orang lain. Kita hanya melihat hasilnya, bukan prosesnya.

Akibatnya kita jadi tidak bersyukur. Punya satu, ingin dua. Sudah bekerja keras, tetap merasa kurang. Bahagia orang lain dianggap mengurangi bahagia kita.

Advertisement

Artikel Terkait

Self Talk Matters Menurut Ilmu Pikiran

Self Talk Matters Menurut Ilmu Pikiran

Oleh: Santy Sastra (Mindset Motivator & Hypnoterapist)

Negativity Bias Secara Psikologis

Negativity Bias Secara Psikologis

Oleh: Santy Sastra (Mindset Motivator & Hypnoterapist)

Epistemic Arrogance secara Psikologis

Epistemic Arrogance secara Psikologis

Oleh: Santy Sastra (Mindset Motivator & Hypnoterapist) 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer