Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Laporan Penganiayaan Seorang Mahasiswi Oleh Sepupu dan Paman Lantaran Status WA Dianggap Fitnah

Admin Radar Bali • Rabu, 27 September 2023 | 12:15 WIB
KLARIFIKASI: Ilustrasi penganiayaan mahasisiwi oleh sepupu dan paman di Tuban yang dipicu status WhatsApp.
KLARIFIKASI: Ilustrasi penganiayaan mahasisiwi oleh sepupu dan paman di Tuban yang dipicu status WhatsApp.

MANGUPURA,radarbali.id -Viralnya pemberitaan terkait laporan mahasiswi bernisial AYTM, 22 dalam kasus penganiayaan yang dilkukan oleh sepupu perempuan dan kedua pamannya, rupanya membuat resah pihak dari keluarga dan warga dilingkungan lokasi kejadian.

Kenapa sebab.? Berdasarkan keterangan warga dan pihak keluarga pelapor di lokasi kejadian pada Kamis malam (21/9/2023) kasus tersebut dinyatakan tak sesuai fakta yang sesungguhnya atau tidak seperti apa yang diceritakan oleh AYTM yang ternyata baru mendaftar di salah satu fakultas swasta di Denpasar.

Sebagaimana yang disampaikan ke dua paman dari AYTM dan sepupu perempuannya, memang membenarkan adanya kejadian itu. Hanya saja mereka dan warga dilingkungan perumahan tempat lokasi kejadian membantah kronologis dan peristiwa yang terjadi.

"Awalnya saya dan adek saya yang kebetulan pamannya baru tau kalau keponakan saya (AYTM) ribut dengan anak saya. Saya berusaha untuk mendudukkan permasalahannya, tetapi ini anak malah ribut-ribut," aku YNS.

Hal itu juga dibenarkan oleh DRA sepupu dari AYTM, bahwa saat datang sudah marah hingga dirinya dilempar ceret pelastik. Akibat hal tersebut, mereka berdua bergulat namun tidak ada diantara keduanya baku pukul.

"Saat itu papa (YNS) berusaha melerai. Justru papa dicengkram tangannya dan ditendang perutnya sebanyak dua kali saat dia (AYTM) posisi di bawah," ungkap DRA.

Menurutnya, kejadian itu dipicu oleh postingan story WA dan grup dari AYTM  yang mengandung unsur fitnah dan pencemaran nama baik yang menjelekkan YNS. Karena hal itu, DRA di grup WA meminta agar AYTM mengklarifikasi.

Bahkan tudingan yang mengandung fitnah itu juga disampaikan ke YNS. Sehingga YNS memanggil AYTM bersama ibunya untuk menanyakan permasalahannya.

Untuk diketahui, sejak kedua orang tuanya berpisah, AYTM dari kecil bagai anak sambung dari YNS dan OSS dimana keduanya adalah paman dari AYTM. Dan, ibu dari AYTM kakak tertua dari AYTM dan OSS.

"Saat itu saya berusaha melerai, tidak ada saya lihat saling pukul. Justru DRA ditarik rambutnya oleh ibu AYTM dan di dorong ke depan. Saya juga heran kok bisa ada luka lebam, siapa yang pukul. Semua keluarga dan warga melihat tidak ada pemukulan. Benar saya dapat menampar dia (AYTM) agar melepas cengkraman dan stop tendang perut saya. Bahkan sempat saya mau peluk anak ini agar redam," ungkap YNS.

Diberitakan kalau adeknya OSS sama sekali tidak menyentuh siapapun tetapi diberitakan menganiaya. "Adek saya (OSS) banting kursi agar bubar karena malu sama tetangga. Dia hanya teriak, sudah.! Sudah! Malu sama tetangga," terang YNS.

Sejumlah warga dilingkungan perumahan ini juga meyakinkan jika AYTM kerab bikin ribut dengan para tetangga dilingkungan perumahan tersebut. Sejak kecil AYTM tinggal dilingkungan perumahan itu, setelah remaja terkadang sama ibunya dan kadang sama ayah kandungnya.(*)

Editor : M.Ridwan
#penganiayaan #mahasiswi #paman #status wa #Sepupu