NEGARA - Pelaku pelemparan bus di Jalan Denpasar-Gilimanuk berhasil ditangkap tim gabungan reskrim Polsek Mendoyo dan Polres Jembrana. Pelakunya masih anak di bawah umur, I Putu R, 17. Dia ditangkap usai melempar bus menggunakan batu.
Kapolsek Mendoyo Kompol I Putu Suarmadi menjelaskan, tim gabungan dari Polsek Mendoyo dan Polres Jembrana mengungkap kasus pelemparan bus di Jalan Denpasar - Gilimanuk, wilayah Desa Pergung, Mendoyo, berlangsung pada Minggu (1/10) dini hari sekitar pukul 1.30 WITA. "Pelaku pelemparan ditangkap setelah melempar bus," jelasnya, Senin (2/10).
Kapolsek menjelaskan, pengungkapan kasus saat tim opsnal Polsek Mendoyo dan Tim Opsnal Reskrim Polres Jembrana melaksanakan antisipasi adanya pelemparan kaca kendaraan di sepanjang jalan Denpasar - Gilimanuk, wilayah hukum Polsek Mendoyo.
Saat anggota opsnal mengikuti satu unit bus dari arah Denpaar - Gilimanuk, tiba-tiba terjadi pelemparan terhadap bus oleh orang yang mengendarai motor dari arah berlawanan. Kemudian tim berbalik arah mengejar motor warna merah yang dikendarai pelaku.
Pengejaran hingga ke rumah pelaku, kemudian diamankan di rumahnya di Banjar Sekar Kejula, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo. Polisi juga mengamankan motor yang digunakan pelaku. "Pelaku diamankan ke Polsek Mendoyo guna proses lebih lanjut," jelasnya.
Dari interogasi pada pelaku, saat pelaku kembali bermain dari areal Gedung Kesenian Ir. Soekarno, dibonceng oleh temannya. Dalam perjalanan pelaku melempar bus di 2 dua lokasi berbeda. Di antaranya di Jalan Depasar-Gilimanuk, tepatnya di depan SDN 1 Pergung, Banjar Baler Pasar,Desa Pergung dan Jalan Denpasar-Gilimanuk sekitar 100 meter di barat Polsek Mendoyo, Lingkungan Bilukpoh Kauh.
Sementara mengenai motif, pelaku mengaku hanya melakukan pelemparan karena ingin mengikuti tren yang sering dilihat pelaku di media sosial. "Pelaku dan barang bukti diamankan ke Polsek Mendoyo guna proses lebih lanjut. Namun karena pelaku masih anak-anak maka dilakukan wajib lapor setiap hari," tegasnya.
Mengenai dugaan pelaku pelemparan truk sebelumnya, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Karena dari interogasi hanya mengakui perbuatannya melempar bus, bukan pelempar truk sebelumnya. "Masih kami selidiki lagi," tegasnya. (*)
Editor : Donny Tabelak