Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

3 Warga Terkapar Ulah Pengeroyokan Gerombolan Pemuda di Denpasar, Motor Ikut Jadi Sasaran Kebringasan, Anehnya Begini

Andre Sulla • Kamis, 18 Januari 2024 | 04:19 WIB

 

TERKAPAR: dua diantara 3 korban penganiayaansebelum di evakuasi ke ruang isolasi.
TERKAPAR: dua diantara 3 korban penganiayaansebelum di evakuasi ke ruang isolasi.

DENPASAR,radarbali.id - Belum terungkap kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang mengakibatkan pemuda Buleleng tewas di jalan Raya Sempidi, wilayah Dalung, kini tiga pemuda menjadi korban penganiayaan, gerombolan pemotor yang ugal-ugalan. Aksi brutal kali ini berlangsung di wilayah Kota Denpasar, Rabu (17/1).

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, peristiwa ini berawal ketika komplotan remaja mengendarai 5 unit sepeda motor ugal-ugalan di Jalan Gung Soputan, Pemecutan Kelod, Denpasar, sekitar pukul 02.30.

"Para korban diketahui bernama Hendra, Arel dan Elok sudah dilarikan ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar," timpal sumber petugas, Rabu (17/12).

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi membernarkan ketika dikonfirmasi terpisah. Dikatakan gerombolan pemotor tersebut diperkirakan berjumlah 10 orang.

Tidak hanya menganiaya, tapi mereka juga melakukan pengerusakan sepeda motor.

"Kata saksi-saksi. Mereka ini bergerombol naik motor, menganiaya dan melakukan perusakan sepeda motor," timpal AKP Sukadi.

Dari kesaksian seorang sekuriti bernama Hermawan, 25, bahwa saat sedang berjaga di Pos Balai Pertemuan Bhumiku, ada gerombolan pemuda menggunaka. lima motor Yamaha Vixion datang dari arah timur sekitar pukul 02.30.

"Para remaja ini menggeber-geber sepeda motornya dan mengacungkan jari tangan mengarah ke barat," kisahnya mengutip keterangan saksi-saksi.

Beberapa saat kemudian, satpam ini melihat kelompok tersebut kembali ke arah timur, sambil ribut dengan kelompok lain yaitu tiga pemuda tersebut.

"Para remaja ini berteriak-teriak sambil membawa kayu dan memukuli para korban," kisahnya.

Melihat kebrigasan para remaja itu, satpam lalu menghubungi Babin Desa Pemecutan Kelod agar keributan bisa ditangani.

Tindakan anarkis yang dilakukan gerombolan pemotor ini membuat trauma para korban. Seperti dituturkan rekan korban bernama Trio Danda, 20. Ia mengatakan bermula mereka akan mencari bengkel tambal ban, karena ban motornya bocor sekitar pukul 02.00.

Namun beberapa saat, muncul 10 orang pelaku berboncengan menggunakan lima unit sepeda motor.

"Para pelaku menggeber sepeda motor di tikungan Jalan Gunung Payung dan langsung mengeroyok temannya," tambah Sukadi mengikuti penjelasan saksi Danda.

Saksi yang merupakan rekan para korban ini melihat tiga temannya dikejar ke arah timur sampai di depan Balai Pertemuan Bhumiku.

Pun dikatakan, dalam insiden tersebut, Hendra mengalami luka di bagian kepala dan lutut lecet. Sedangkan Arel mengalami luka lubang di bagian kepala, lubang di bagian pipi kiri, dan lecet di bagian lutut. Dan Elok luka lecet di bagian lutut.

"Ada satu unit sepeda motor yang dirusak, yakni Honda Vario warna hitam berplat DK 4760 LO. Masih diselidiki," jelasnya.

Sementara itu, petugas BPBD Kota Denpasar tiba di lokasi dan memberikan pertolongan kepada ketiga korban.

Evakuasi berlanjut hingga ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar dengan mengendarai mobil ambulans Puskesmas Keliling Kota Denpasar.

"Para korban sudah di rawat. Kami masih selidiki siapa pelaku-pelaku itu," tambahnya.***

Editor : M.Ridwan
#penganiayaan #pengeroyokan #bentrok #terkapar #tiga pemuda