Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mulai Tersingkap! Penembakan Brutal WNA Turki Diduga Lelaki Rusia, Polisi Periksa 5 Saksi dan Cek CCTV

Andre Sulla • Kamis, 25 Januari 2024 | 05:33 WIB
KACA PECAH: Polsi memeriksa vila yang kacanya pecah akibat penembakan brutal yang membuat WNA Turki terkapar.
KACA PECAH: Polsi memeriksa vila yang kacanya pecah akibat penembakan brutal yang membuat WNA Turki terkapar.

DENPASAR, radarbali.id - Korban penembakan warga negara Turki, Turan Mehmet, 30, di Vila Palm House, Banjar Pempatan, Tumbak Bayuh, Mengwi, Badung, masih menjalani perawatan medis di RS Trijata. Karena itu, dia belum bisa dimintai keterangan.

Meski begitu, Polisi telah periksa 5 saksi dab Cek CCTV. Kuat dugaan, pelaku diduga berperawakan Turis Rusia. Lantas dari mana bawa pistol?

"Ya, kami sementara Cek CCTV. Pelaku terekam CCTV, namun kwalitas CCTV kurang bagus sehingga wajah para pelaku tidak tersorot dengan jelas. Dugaan sementara pelaku WNA berperawakan Rusia," beber sumber petugas kepolisian.

Baca Juga: Konslet pada Papan Score, GOR Purna Krida Kerobokan Nyaris Ludes Terbakar, Padahal Dipakai IBL
 
Walaupun demikian, sumber mengaku baru sebatas dugaan. Mereka akan mengecek CCTV lain di seputaran TKP.
 
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Badung AKP Gusti Nyoman Jaya Widura menerangkan, pihaknya sudah memeriksa lima orang saksi terkait penembakan ini.
 
Pihaknya juga masih lakukan analisa terhadap rekaman CCTV yang ada. Kejadian itu berlangsung dini hari dan situasi cukup gelap, menjadi salah satu kendala. 
 
Baca Juga: 5 Pembunuh Ngaku dari PSHT Bekerja Sebagai Buruh, Organisasi Ngaku Tak Kenal 5 Pelaku
 
Sementara itu, aparat juga masih mengupayakan memeriksa korban. 
 
Karena Turan barus selesai operasi pengangkatan proyektil pada tubuh, sehingga, sampai saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan motif-motif maupun permasalahan yang menjadi penyebab penembakan tersebut. 
 
"Nanti kalau kondisi korban sudah mulai pulih, baru dimintai keterangan. Ya saat kejadian situasi cukup gelap, menjadi salah satu kendala," tambahnya.
 
Baca Juga: Masih Persiapan e-Retribusi, Pedagang Blok B dan E Belum Dipungut Retribusi, Ternyata Sudah Disiapkan Aturannya
 
Meski menemui kendala, kepolisian berkomitmen mengungkap perkara yang mengancam nyawa tersebut sesegera mungkin. 
 
Sedangkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombespol Jansen Avitus Panjaitan menambahkan kondisi Turan stabil dan tidak ada peluru yang mengenai organ vital. Yang bersangkutan masih di rawat.
 
Jubir Polda Bali membenar bahwa di TKP, Petugas dapat mengidentifikasi selongsong peluru diduga dari proyektil berkaliber 7,62 mm.
 
Baca Juga: Ngaben Kusa Prenawa Manusia Prasejarah, Libatkan Desa Adat se-Kecamatan Melaya
 
"Ada tiga proyektil yang masih utuh dan dua selongsong sudah diamankan. Tapi senpinya belum ditemukan," tutupnya.
 
Seperti berita sebelumnya, penembakan terjadi di Villa Palm House, Banjar Pempatan, Tumbak Bayuh, Mengwi, Badung, Selasa 23 Januari 2024 sekitar pukul 01.30.
 
Penembak Turan Mehmet, 30, diduga warga negara asing berjumlah dua orang. Mereka datang ketika sekuriti villa baru selesai patroli di sekeliling villa. 
 
Baca Juga: Pengabenan di Museum Manusia Prasejarah Bukan Membakar Kerangka, tapi Ini Spirit Ritualnya
 
Salah satu orang sempat menodong sekuriti, satunya lagi membekap mulut sekuriti. Yang memegang senjata api selanjutnya menerobos masuk dan menembaki lelaki Turki ini.
 
Akibatnya, Turan mengalami dua lubang luka tembak tembus di lengan kiri atas. Selain itu, satu lubang luka tembak di bawah ketiak dan dua lubang tembak pada perut. Pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motornya. Lalu korban dibawa ke RS Trijata Denpasar.***
Editor : M.Ridwan
#cctv #wna rusia #wna turki #penembakan #brutal #periksa saksi